Home » Berita Terkini » Surabaya Metro

Siswa SLB Bhakti Asih Akan Diusir Pemilik Rumah

SURABAYA | SURYA Online - Meski sudah melayani pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus selama 29 tahun, namun Sekolah Luar Biasa (SLB) di Surabaya dibiarkan tak memiliki gedung sendiri. SLB Bhakti Asih dengan total siswa 60 anak ini menempati rumah sewaan di Simomulyo.

Meski masih menumpang, namun tidak surut siswa berkebutuhan khusus menimba ilmu di SLB tersebut. Puncaknya, seluruh siswanya tampil luar biasa di Taman Budaya gedung kesenian Cak Durasim, Rabu kemarin. Puluhan anak sukses menyanyi dan membawakan sendratari kolosal Anoman Obong.

“Sudah 29 tahun, sekolah kami melayani pendidikan anak berkebutuhan khusus. Namun, kami bingung, tahun depan si pemilik rumah meminta segera mencari tempat baru,” ucap Kepala SLB C (tuna grahita atau keterbatasan IQ), Nur Kalimah kepada Surya.co.id, Jumat (30/12/2011).

Setiap saat, SLB Bhakti Asih tak henti-hentinya mengenalkan prestasi siswanya kepada masyarakat. “Kami tampil di Cak Durasim juga untuk penggalangan dana,” tambah Kalimah yang tidak pernah memungut biaya untuk pendidikan para siswanya itu.

Rumah berukuran 5 x 15 meter disulap jadi kelas penuh sekat. Pemilik rumah sudah tiga tahun lalu menyampaikan bahwa Juli 2012 besok meminta pihak sekolah mencari alternatif tempat lain.

Kondisi ini membuat 13 guru SLB makin sedih. Meski selama ini, baik guru maupun siswa SLB itu dicukupi kebutuhan operasionalnya di sekolah dengan dana APBD Kota Surabaya. Namun untuk lahan dan gedung, berkali-kali mengajukan bantuan ke Pemkot Surabaya tidak juga ditanggapi.

Penulis : Faiq Nuraini

Editor : Adi Sasono

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "