SURABAYA l SURYA Online- Kasus dugaan penipuan CPNS dengan tersangka Elizabeth Susanti, yang menyebut keterlibatan oknum Partai Demokrat (PD) dan 11 anggota Fraksi PD DPRD Jatim, disikapi serius oleh DPD PD Jatim. DPD mengancam menindak tegas, bahkan kalau perlu memecat oknum yang terlibat.
’’Ini sifatnya internal. Nantinya, surat pernyataan tertulis terkait semua yang disebut dalam testimoni akan menjadi dokumen resmi partai,’’ tegas Ahmad Iskandar, anggota tim khusus internal PD yang khusus menyelidiki masalah ini, Kamis (29/12/2011).
Dikatakan Iskandar, pihaknya sudah memeriksa semua pihak yang ikut disebut dalam testimoni bermaterai Elizabeth Susanti tersebut. Dan hasil sementara pemeriksaan, keterangan dalam testimoni tersebut tidak benar. “Hampir semua anggota yang diperiksa mengaku kenal, tapi hanya sebatas kenal saja. Tidak ada yang sampai berhubungan terlalu jauh, sehingga memungkinkan adanya permainan-permainan,’’ tutur Iskandar yang juga ketua Fraksi PD DPRD Jatim ini.
Iskandar juga sempat menanyai Hartoyo, ketua bidang OKK DPD PD Jatim. Hartoyo disebut-sebut Elizabeth dalam surat testimoninya sebagai “mantan suami”. ’’Tetapi ketika saya tanyai, Hartoyo membantahnya,’’ tandasnya.
Sementara terkait pertemuan di Hotel Sheraton, semua yang disebut Elizabeth dalam testimoninya, ramai-ramai membantah. Semuanya menyebut bahwa tidak pernah ada pertemuan tersebut.
’’Tentunya ini. kan bertentangan. Tapi ini masih hasil sementara. Tentunya, kalau memungkinkan, kami juga ingin mengklarifikasi Elizabeth soal testimoninya tersebut,’’ sambung mantan Kabiro Administrasi Pembangunan Pemprov Jatim ini.
Bila ada anggota yang berbohong, Iskandar mengancam akan memberi sanksi tegas, bila perlu memecat. ’’Semuanya sudah dituangkan dalam pernyataan tertulis. Jadi, bila di kemudian hari ada yang bohong, maka kami dengan mudah bisa menindaknya. Buktinya sudah ada,’’ jelas Iskandar yang menyebut akan merampungkan masalah ini secepatnya.
Penulis : Hadi Santoso
Editor : Heru Pramono