Home » Berita Terkini » HotNews » Mancanegara

Tes Keperawanan di Mesir Dihentikan

Ratusan warga Mesir menggelar unjuk rasa di Lapangan Tahrir menentang tes keperawanan terhadap tahanan perempuan di penjara militer.

KAIRO l SURYA Online- Pengadilan Mesir hari Selasa (27/12/2011) memerintahkan militer menghentikan pemeriksaan paksa keperawanan bagi tahanan perempuan di penjara-penjara militer.

Pengadilan Administratif Kairo memenangkan gugatan Samira Ibrahim yang menuduh militer Mesir memaksanya menjalani tes keperawanan setelah dia ditangkap dalam aksi unjuk rasa di Lapangan Tahrir Maret lalu.

“Pengadilan memutuskan bahwa pelaksanaan prosedur pemeriksaan keperawanan terhadap perempuan di penjara militer harus dihentikan,” kata Hakim Aly Fekry seperti dikutip kantor berita Reuters.

Sejumlah wanita dan organisasi hak asasi manusia mengatakan militer Mesir menggunakan tes keperawanan sebagai bentuk hukuman.

Ratusan aktivis yang menghadiri sidang sontak bersorak begitu putusan dibacakan.

Samira Ibrahim merupakan salah seorang dari beberapa wanita yang dilaporkan dipaksa menjalani pemeriksaan keperawanan setelah mereka ditahan militer.

Organisasi-organisasi hak asasi manusia mengatakan tes keperawanan merupakan bentuk pelanggaran yang merendahkan martabat.

Mereka menuntut pihak berwenang memproses siapapun yang bertanggung jawab atas penerapan tes keperawanan.

Berbagai unjuk rasa digelar selama beberapa pekan terakhir guna menentang serangan terhadap pengunjuk rasa perempuan.

Sumber : bbc

Editor : Heru Pramono

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "