Home » Berita Terkini » HotNews » Jatim Raya

Sungai Brantas Tak Layak Untuk Perahu Wisata

WISATA - Bekas perahu penambang pasir yang telah dialihkan untuk perahu wisata air mulai beroperasi di Sungai Brantas. Foto:surya/didik mashudi

KEDIRI | SURYA Online - Upaya penambang pasir mengalihkan perahunya untuk perahu wisata, terancam bakal terganjal. Masalahnya, Sungai Brantas dinilai tidak layak untuk kegiatan perahu wisata karena arusnya terlalu deras.

“Sungai Brantas memang tidak layak untuk kegiatan perahu wisata karena arusnya berbahaya. Sehingga tidak tepat jika perahu penambang pasir dialihkan untuk perahu wisata,” ungkap Drs Hariyadi, Kabag Humas Pemkot Kediri, Rabu (28/12/2011).

Penjelasan Hariyadi dikemukakan menyusul mulai beroperasinya sejumlah perahu bekas penambang pasir, yang beralih fungsi untuk perahu wisata. Rute perahu wisata tersebut mulai dari Semampir melewati jembatan lama hingga ke jembatan baru di Kelurahan Bandar Kidul.

Hariyadi juga mengemukakan, selama ini Pemkot Kediri tidak pernah mengeluarkan himbauan untuk mengalihkan perahu penambang pasir untuk perahu wisata. “Kalau ada pemilik perahu yang dijanjikan dapat bantuan harus jelas dulu siapa yang pernah menjanjikan bantuan,” ungkapnya.

Namun diakui Hariyadi, Wali Kota Kediri dr Samsul Ashar pernah memberikan himbauan agar para penambang pasir alih profesi menjadi penambang sampah. “Penambang sampah dilakukan dengan mengolah sampah menjadi pupuk yang dapat dijual ke pasaran,” jelasnya.

Sugeng Rianto (45) salah satu penambang pasir yang telah mengalihkan perahunya untuk perahu wisata mengaku masih menunggu bantuan permodalan dan perizinan dari Pemkot Kediri. Pihaknya sudah beberapa kali mengirimkan proposal bantuan, namun sampai sekarang belum mendapat respons.

“Semenjak ada larangan mencari pasir perahu kami menganggur, makanya kami manfaatkan untuk perahu wisata. Meski hasilnya tidak seberapa, tapi lumayan dapat untuk mengangsur cicilan bank,” tambahnya.

Penulis : didik mashudi

Editor : Adi Agus Santoso

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "