
BRUTAL - Aksi brutal para kades se Kabupaten Mojokerto di depan kantor bupati dengan membanting motor dinas mereka, Rabu (28/12). Foto:surya/imam hidayat.
MOJOKERTO | SURYA Online - Sebanyak 299 kepala desa (Kades) se Kabupaten Mojokerto membanting dan menggeletakkan motor mereka di kantor Pemkab Mojokerto, Rabu (28/12/2011). Aksi ini, sebagai bentuk kekecewaan mereka karena Alokasi Dana Desa (ADD) dan pembagian hasil pajak tak juga cair.
Disela-sela aksi demo, Supoyo Kade Petak Kecamatan Pacet mengumpat wartawan yang hendak mewawancarai Koordinator AKDP Kabupaten Mojokerto Madra’i. Selain menghujat wartawan, Supoyo juga menghalang-halangi wartawan untuk mewancarai Madra’i.
Aksi ini, berhasil didamaikan Pitung, Kades Sambiroto, yang mengajak Supoyo meminta maaf kepada wartawan. Pitung juga berjanji akan mengajukan surat permintaan maaf ke PWI Mojokerto.
Dalam aksinya, para kades ini, mengembalikan motor dinas Suzuki Smash yang diperuntukkan bagi kades sejak tahun 2008 lalu. Dengan diangkut mobil pikap, ratusan motor dinas kades itu lalu digeletakkan begitu saja di halaman kantor bupati. Bahkan, beberapa diantaranya sengaja dilemparkan.
Para kades juga kecewa, karena rencana Pemkab Mojokerto yang akan memberi kades motor baru. Namun masalahnya, jumlah kades dan kepala kelurahan mencapai 299 orang sedangkan motor baru yang bakal diberikan cuma 157 unit. “Siapa yang berhak mendapatkan motor baru juga tak jelas. Karena tak ada sosialisasi, ini bisa menimbulkan kecemburuan,” ujar Madra’i.
Sementara Sekdakab Mojokerto M Ardi Prasetiyawan menyatakan, sebenarnya ADD 2011 senilai Rp 17 Miliar sudah ada, tetapi belum cair. Karena itu, ia meminta para kades untuk memproses pencairannya hingga 30 Desember 2011. Untuk bagi hasil pajak sebesar Rp 5 miliar, baru bisa dicairkan Rp 2,3 miliar untuk semester pertama. Sedang sisanya, dialokasikan pada tahun 2012 mendatang. “Anggaran kita masih Rp 2,3 miliar untuk semester I saja,” ujar Ardi.
Pada saat yang bersamaan, di alun-alun Mojokerto (sebelah barat kantor Pemkab Mojokerto), warga nahdilyin menggelar istighosah kubro. Istighosah yang dihadiri 99 kiai dan ribuan warga nahdliyin ini, diwarnai kritik para kiai terhadap kebijakan Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa.
Penulis : imam hidayat
Editor : Adi Agus Santoso