Minggu (20/11), saya, istri, dan bayi kami berencana pulang ke Jakarta dari Surabaya memakai Citilink (GA 018 pukul 20.10 WIB, dan akan tiba di Jakarta pukul 21.30 WIB dan sebelumnya saya pesan tiket PP online/web). Kami berangkat ke bandara Juanda pukul 19.20 WIB tepat, lalu ikut antrean panjang check-in di counter.
Kemudian datang petugas tiket menghampiri dan menanyakan tiket, saya berikan print out tiket online Citilink. Dia bilang penerbangan GA 018 over capacity dan saya dialihkan ke penerbangan esok hari (Senin) pagi. Dia lalu menulis ‘over cap’ di print out tiket dan dia bilang agar saya bertanya di bagian tiketing Citilink.
Tenyata ada 11 penumpang lainnya yang bernasib sama dengan kami. Menurut mereka keberangkatan GA pukul 20.10 WIB over kapasitas dan ada perubahan pesawat dari yang besar ke pesawat kecil. Sungguh tidak masuk akal, tiket sudah dibayar lunas dan sudah fix seat (24E, 24E-infant, 24F). Apakah tempat duduk diserobot atau dijual ulang? Kami merasa dilecehkan, tidak dihargai hak kami sebagai penumpang.
Lebih-lebih, kami membawa bayi dan harus menunggu keberangkatan hingga esok hari. Dengan dalih kompensasi hotel dan penerbangan esok hari, arogansi petugas sama sekali tidak memikirkan aktivitas kami pada esok hari.
Petugas beralasan akan mencari penerbangan berikutnya (Lion dan Garuda) untuk kami ber-11. Bila, tidak ada seat yang tersisa, kami akan diberangkatkan, besok Senin (21/11) pukul 06.00 WIB. Kami langsung komplain dan memilih menunggu keberangkatan berikutnya dengan pesawat Lion/Garuda seperti yang dijanjikan karena Senin pagi kami harus bekerja.
Kami juga meminta pihak Citilink yang bertanggungjawab malam itu untuk bicara, namun sejuta alasan atasan mereka tak bisa hadir. Citilink juga tak bisa menjamin apakah Senin pagi akan ada penerbangan ke Jakarta. Citilink pun tak bisa menjamin. Mereka juga menolak memberi jaminan tertulis bila kami terlambat kerja. Selama lima jam kami menunggu tanpa ada keputusan, juga tanpa minuman laiknya penumpang pesawat terbang.
Satu jam kemudian, petugas memberitahu kami akan diterbangkan terpisah dengan dua pesawat, Lion Air (JT0583) dan Batavia Air, penerbangan terakhir ke Jakarta. Ternyata setelah dialihkan, di dalam pesawat Lion Air pun masih ada beberapa seat kosong.
Lutfi Ubadillah
Jl Lobi-lobi U-2 Kalibata Indah - Jakarta Selatan
Editor : tri