SIDOARJO | SURYA Online - Sejumlah siswa SMAN 1 Sidoarjo Jawa Timur, memastikan tidak kebut-kebutan saat berkendara di jalanan. Itu setelah mereka melihat film Safety Awareness Therapy, yang ditayangkan saat mengikuti sosialisasi cara aman berkendara menuju sekolah yang digelar Satlantas Polres Sidoarjo, Rabu (30/11/2011).
Elza Yolanda, siswi kelas X mengaku ngeri setelah melihat dampak kecelakaan lalu lintas. Selain kehilangan nyawa, korban kecelakaan tak jarang menanggung derita seumur hidup karena tubuhnya cacat. “Saya tidak akan ngebut kalau naik motor,” ucapnya.
Senada disampaikan Nicky Yulia Citra dan Irham, keduanya juga kelas X SMAN 1 Sidoarjo. Saat melihat tayangan film berdurasi hampir 25 menit ini, mereka sesekali memejamkan matanya. Saat itu film menayangkan adegan seorang pengendara mobil yang menabrak pejalan kaki, karena si sopir tengah menerima panggilan telepon seluler
Ketiga siswa itu bagian dari 40 siswa SMAN 1 Sidoarjo yang mendapatkan giliran mengikuti sosialisasi tertib berlalu lintas oleh Satlantas Polres Sidoarjo. Para siswa dibidik jadi peserta sosialisasi karena kecelakaan kerap melibatkan para siswa.
Kepala Urusan Administrasi dan Operasional Satuan Lalu Lintas Polres Sidoarjo Inspektur Satu Yuli Candra Dewi mengatakan, sosialiasasi yang digelar sebagai rangkaian kegiatan Operasi Zebra 2011 ini juga menyasar buruh pabrik di sepanjang jalur tengkorak mulai Taman, Krian hingga Balongbendo.
“Di kawasan itu, kecelakaan masih saja terjadi. Karena itu kami berharap para buruh juga selalu memakai kendaraan standar termasuk melengkapi dengan surat ijin mengemudi (SIM),” cetusnya.
Penulis : mustain
Editor : Adi Agus Santoso