Home » Berita Terkini » Sport

Wasit Tinju Ancam Mogok Pimpin Pra-PON

BIAK l SURYA Online- Sedikitnya 49 wasit dan dewan hakim tinju nasional mengancam mogok memimpin pertandingan Pra-PON 2012 yang berlangsung di kabupaten Biak Numfor, Papua, jika panitia penyelenggara belum membayar honor wasit.

Ketua Panitia Penyelenggara Pra PON II tinju di Biak, Agustinus Rumbewas, dikonfirmasi di Biak, Minggu (30/10/2011), mengakui, tuntutan pembayaran honor wasit dan hakim telah diterima panitia.

Menurut Agustinus, belum dibayarkannya honor wasit dan hakim nasional yang memimpin pertandingan Pra PON di kabupaten Biak Numfor karena pihak panitia masih menunggu kucuran dana Pemkab Biak Numfor dan Pemprov Papua.

“Panitia pelaksana tinju Pra PON Biak berharap pemkab Biak melalui SKPD terkait segera mencairkan dana bantuan penyelenggaraan kejuaran nasional cabang tinju sehingga ancaman dan keluhan wasit dan dewan hakim tinju segera diatasi dan dibayar hak-haknya sesuai aturan,” tutur Agustinus.

Ia mengatakan, bantuan hibah yang diberikan kepada panitia penyelenggara tinju telah dilakukan Pemkab Biak Numfor, namun badan pengelola keuangan aset daerah hingga kini belum mencairkan permintaan tersebut.

Dia berharap, SKPD pengelola keuangan aset daerah dapat merealisasikan bantuan hibah kepada panitia Pra-PON sehingga dapat membantu kelancaran panitia menjelang kejuaraan Pra-PON berakhir 31 Oktober 2011.
“Paling lambat Senin 31 Oktober dana hibah bantuan pemkab segera dikucurkan. Hal ini sekaligus untuk menjaga wibawa Pemkab dan Pertina Biak sebagai tuan rumah penyelenggara event olahraga tinju berskala nasional,” kata Agustinus yang juga anggota DPRD Biak.

Ia mengatakan, honor wasit dan dewan hakim nasional tinju harus diberikan tuan rumah penyelenggara kejuaraan Pra-PON di antaranya honor berkisar Rp3 juta/wasit, akomodasi penginapan dan makan setiap hari serta tiket pulang pergi ke tempat daerah wasit bersangkutan.

Kejuaraan tinju Pra PON di Biak berlangsung 24-31 Oktober 2011 mempertandingkan 15 kelas putra putri memperebutkan kuota 48 atlet PON 2012 dan dijadwalkan ditutup Senin malam oleh Pejabat Gubernur Papua Syamsul Arief Rivai.

Sumber : kompas.com

Editor : Heru Pramono

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "