SURABAYA | SURYA Online- Masih ingat dengan Soleh, pembunuh Tabita Meirani, karyawati PT Untuk Bersama Sejahtera (UBS). Anggota Unit Resmob Sat Reskrim Polrestabes Surabaya menduga, Tabita bukan korban satu-satunya kebengisan Soleh.
Meskipun pada akhirnya hanya Tabita yang dibunuh, polisi mengatakan tidak menutup kemungkinan ada korban lain lagi. Setidaknya korban tersebut mengalami kekerasan seksual. “Kami masih mendalami dugaan itu dengan terus mengorek keterangan dari tersangka,” tegas Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Coki Manurung, Minggu (30/10/2011).
Namun, bukan perkara mudah bagi polisi menguak kejahatan mantan cleaning service PT UBS itu. Polisi menilai sosok Soleh sebagai pemain watak yang bisa menyembunyikan perasaan kalutnya saat diperiksa polisi. “Sejak awal dia malah menantang polisi membuktikan kalau dia lah pembunuh Tabita. Dia sempat membentak kami,” imbuh Kanit Resmob AKP Agung Pribadi.
Peran watak yang dimainkan Soleh juga terlihat saat polisi merekontruksi pembunuhan Tabita di kantor PT UBS, Sabtu (29/) lalu. Ada 44 adegan yang dilakukan Soleh saat reka ulang itu. Menurut Agung, semuanya dilakukan dengan perasaan dingin tanpa ada kekalutan sama sekali. Bahkan, Soleh merencanakan pembunuhan itu dengan rapi meskipun akhirnya terbongkar.
Diketahui sebelumnya, Soleh membunuh Tabita pada Jumat (14/10). Soleh membunuh gadis 21 tahun asal Tlogo, Kanigoro, Blitar itu karena merasa tersinggung ucapan Tabita yang menghinanya. Selain membunuh, Soleh juga menyetubuhi jenazah Tabita.
Penulis : miftah faridl
Editor : Heru Pramono