
KM Marina Nusantara yang terbakar di Sungai Barito, Kalimantan Selatan, Selasa (27/9/2011).
BANJARMASIN l SURYA Online — Edo Kurniawan, salah satu penumpang selamat Kapal Motor Marina Nusantara, yang bertabrakan dengan tongkang batu bara Pulau Tiga 330-22 dan terbakar di Perairan Sungai Barito, Kalimantan Selatan, akhir September lalu, berharap segera memperoleh kepastian mengenai jasad kakak iparnya, Ahmad Aris (31).
“Urusan proses hukum, itu menjadi kewenangan kepolisian dan pihak terkait. Bagi saya dan keluarga, yang penting segera ada kepastian soal jasad Aris,” ujar Edo yang ditemui di salah satu gudang di daerah Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (30/10/2011) pagi.
Edo secara sukarela mewakili keluarga korban lainnya yang belum ditemukan. Berdasarkan laporan keluarga ke posko beberapa waktu lalu, masih ada sembilan penumpang yang belum diketahui nasibnya. Enam penumpang ditemukan tewas dalam kecelakaan itu.
Sambil menunjukkan foto Ahmad Aris, berikut istrinya, Wiwik Utami (25), dan anak semata wayang almarhum, Naisila Putri Aristia, Edo menuturkan bahwa pada 3 November nanti bertepatan dengan 40 hari peristiwa naas itu. Sejauh ini belum ada pemberitahuan yang menyatakan kepastian jasad kakak iparnya, berikut korban lain yang diduga terjebak di dalam kapal.
“Tanggal 27 Oktober kemarin, saya memperoleh surat dari Polair (Kepolisian Perairan Polda Kalsel). Namun mengenai isinya, belum ada kepastian,” tutur Edo.
Dalam surat itu disebutkan antara lain, untuk sementara, kasus belum bisa ditingkatkan ke penyidikan lantaran masih menunggu hasil putusan Mahkamah Pelayaran yang diajukan oleh Syahbandar Banjarmasin.
Dalam surat juga disebutkan bahwa penyidik telah melakukan pencarian ke dalam bangkai kapal bersama instansi terkait, tetapi belum menemukan korban. Kondisi ruang dalam kapal rusak parah akibat terbakar dan terendam air.
Sumber : kompas.com
Editor : Heru Pramono