Agung Irawan
Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang
irhwaan@gmail.com
Ruwetnya masalah transportasi saat ini bukan hanya terjadi di kota-kota besar. Pemandangan tersebut juga banyak dijumpai di berbagai daerah di Indonesia, sebagai akibat meningkatnya volume kendaraan. Akibatnya beragam, polusi udara sampai termarginalkannya angkutan umum. Paro bulan Oktober di Nganjuk misalnya, angkutan umum di sana bisa dibilang menghilang. Saya sempat kelimpungan mencarinya. Jika biasanya angkot mudah didapat, saat itu untuk mencapai wilayah kecamatan berjarak 20 km dari kota, saya harus menunggu hampir dua jam lamanya. Bosan dan bingung tak ada angkot saya mencari informasi di terminal Anjuk Ladang.
Menurut beberapa sopir angkot di sana, akhir- akhir ini mereka jarang mendapat penumpang sehingga sejumlah rute sudah tak dilayani angkot lagi. Kondektur angkot jurusan Kertosono mengaku, awalnya terdapat 40 angkot melayani setiap jurusan dan kini menurun drastis menjadi lima hingga 15 angkot saja. Sejumlah sopir menambahkan jika pendapatan mereka menurun drastis ketika harus bersaing dengan sepeda motor. Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian, mengingat hal tersebut berkaitan dengan eksistensi angkutan umum di Indonesia. Hal tersebut perlu mendapat perhatian sebab berkaitan dengan penyedia layanan jasa bagi masyarakat yang butuh jasa angkutan. Mengingat masalah tersebut tak hanya terjadi di Nganjuk saja. Di beberapa wilayah kabupaten juga mengalami hal yang sama terutama daerah pinggiran, penanganan terpadu sangat dibutuhkan.
Kehadiran ojek sebagai angkutan alternatif yang menjangkau kawasan pelosok tak selamanya menyelesaikan masalah, mengingat ongkos jalan yang relatif mahal bagi mereka yang memanfaatkan jasanya. Angkot mungkin menjadi biang kemacetan bagi sebagian kota di Indonesia. Namun, solusi bijaksana tetap dibutuhkan demi eksistansi transportasi rakyat yang mudah, murah dan menjangkau jauh ke pelosok daerah. Memindahkan atau mengalihkan rute angkot mungkin bisa diterapkan sekaligus sebagai penyeimbang antara pengguna kendaraan pribadi dengan angkutan umum.
Editor : tri