
Ilustrasi masih ada daerah yang terisolasi.
KEDIRI I SURYA Online - Sedikitnya 372 kepala keluarga (KK) di Desa Dungus, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, sampai saat ini masih terisolasi, akibat belum adanya jembatan penyeberangan.
Rohman (50), salah seorang warga, Juma,t mengemukakan warga selama ini sangat kesulitan untuk beraktivitas sehari-hari, terutama ekonomi. Mereka hanya mengandalkan hasil dari kebun sendiri, karena tidak ada jalur transportasi.
“Kami kesulitan jika ingin menjual hasil tanaman, karena tidak bisa lewat. Begitu juga kalau ingin membeli bahan pokok di pasar besar sangat susah. Di sini, belum ada jembatan,” katanya mengungkapkan.
Ke-372 warga di Desa Dungus itu terbagi di dua dusun, yaitu Dusun Jugos yang berjumlah 187 KK, dan sisanya adalah warga Dusun Bakalan. Kehidupan warga sangat prihatin, karena memang tidak ada jembatan penyeberangan.
Apalagi, di lokasi itu ada aliran Sungai Konto, yang merupakan jalur lahar, hingga membuat daerah itu semakin terpisah dengan daerah lainnya.
Sementara itu, Kepala Kecamatan Kunjang, M Imron, mengakui adanya ratusan warga yang daerahnya masih terisolasi, akibat tidak adanya jembatan. Untuk aktivitas sehari-hari, katanya, warga nekat menyeberang sungai itu untuk keluar dari pemukiman.
Ia mengatakan, warga memang nekat dan terpaksa melakukan itu (menyeberang sungai, red), sebab jika melalui jalan darat, mereka harus menempuh perjalanan yang cukup jauh. Untuk angkutan pun, warga juga kesulitan, karena jalur di lokasi tersebut juga belum bagus.
Bahkan, apabila ingin menuju pusat desa, warga Dusun Jugos harus memutar sejauh 5 kilometer, begitu pula dengan warga Dusun Bakalan. Jika ingin menuju pusat kecamatan, maka warga harus memutar jalan sejauh 8 kilometer.
Ia berharap, pemerintah memberikan perhatian dengan membangun jembatan di lokasi tersebut, karena hal itu akan bermanfaat, hingga aktivitas warga tidak terganggu baik dari segi ekonomi, pendidikan, sosial, budaya, dan sektor lainnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kabupaten Kediri, Edhi Purwanto mengatakan sebenarnya pemerintah sudah membangun jembatan di lokasi tersebut, tetapi rusak setelah diterjang banjir.
Sumber : antara
Editor : Rudi Hartono