PEKANBARU | SURYA Online - Evan Dzaki Arkana (2), bayi penderita hidrosefalus masih belum mendapat kepastian kapan menjalani operasi di Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Ahmad Pekanbaru. Padahal ukuran kepalanya semakin membesar setiap harinya.
Orangtua Evan, Junio dan Imelda sudah empat hari berada di RS tersebut. Namun hingga Jumat (30/9/2011) mereka tak kunjung mendapatkan kepastian kapan anak laki-lakinya segera dioperasi.
“Tadi dokter sudah datang ke sini, namun dokter belum memberikan kepastian kapan akan dioperasi.” ujar Imelda
Bayi malangĀ ini hanya bisa menangis menahan perih di bagian kepalanya. Tangisan yang keluar dari mulutnya semakin membuat pilu hati pasangan ini.
Meski belum mendapat kepastian, Imelda tampak tegar dan sabar menantikan kesembuhan putra kesayangannya ini. “Walau gimana pun kita mesti sabar juga, masalahnya yang mengaturkan pihak rumah sakit, kita hanya mengikuti prosedur saja,” ucap Imelda.
Menurut Imelda, ia semakin kecewa dan terluka saat dokter mengatakan tidak tahu apa yang akan diperbuatnya untuk kesembuhan Evan. “Tadi dokter bilang, dia tidak tahu harus berbuat apa untuk anak saya ini, saya sempat kecewa dengan ucapan dokter itu,” kata Imelda.
Melihat kondisi itu, Erik, salah satu anggota LSM di Kota Pekanbaru menyampaikan kekecewaannya atas pelayanan pihak RSUD kepada pasien miskin yang menggunakan fasilitas Jamkesda untuk berobat.
“Saya kecewa dengan pihak RSUD, masak seorang dokter tidak tahu akan melakukan apa untuk penyembuhan pasien.” ungkapnya.
Dia juga mengatakan, jika operasi anak ini selalu ditunda, kepala Evan akan semakin membesar. Setiap hari pembengkakan kepala Evan bertambah 0,5 sentimeter.
“Kalau ditunda terus, sampai kapan orang tuanya menyaksikan penderitaan anaknya. Bahkan orang tuanya sudah putus asa melihat kondisi kepala anaknya yang semakin membesar,” pungkasnya.
Sumber : antara
Editor : Titis Jati Permata