JAKARTA l SURYA Online - Tak seperti biasanya, Lebaran kali ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sama sekali tidak menggelar open house di rumah pribadinya di Puri Indah Cikeas, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat.
Tidak ada alasan rinci mengenai ketiadaan open house di rumah pribadinya itu. Namun, Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha hanya mengatakan open house kali ini hanya diperuntukan bagi keluarga besar Presiden Yudhoyono sendiri.
“Maaf. Jadi, tidak ada open house bagi masyarakat umum di Cikeas. Open house hari Kamis (1/9/2011) pagi, hanya untuk keluarga Presiden Yudhoyono dan Ibu Negara sendiri,” tandas Julian saat dihubungi Kompas, Selasa (30/8/2011) malam melalui telepon selulernya.
Menurut Julian, jika ada yang ingin berlebaran dengan Presiden Yudhoyono dan Ibu Negara, sebaiknya datang pada Rabu (31/8) sore ke Istana Negara, Jakarta, mulai pukul 15.00 wib. “Pintu gerbang akan ditutup pukul 17.00 wib. Jadi, datang lebih awal,” tambah Julian lagi. Adapun, open house pada Rabu pagi mulai pukul 09.00 wib, hanya diperuntukan bagi para menteri, pejabat dan duta besar lainnya.
Julian mengakui, karena open house bagi masyarakat umum hanya dilakukan sekali di Istana Negara, maka Sekretariat Kepresidenan akan mengatur sedemikian rupa, terutama untuk mencegah hal-hal yang terjadi seperti di masa lalu, yaitu jatuh korban tewas salah satu pengunjung yang tuna netra.
Dalam catatan Kompas, baru kali ini di masa kepemimpinan Presiden Yudhoyono, sejak Oktober 2009 lalu, Presiden Yudhoyono tidak menggelar open house di rumah pribadinya. Biasanya, Presiden dan Ibu Negara menggelar open house di rumahnya setelah memenangkan pilpres 2004 silam.
Pada acara itu, pengunjung biasanya berlimpah ruah dari berbagai kalangan dan lapisan masyarakat. Selain dapat menikmati makanan dan minuman gratis, sebagian warga yang tuna netra dan anak-anak biasanya mendapat amplop yang besarannya berkisar Rp 300.000-Rp 400.000.
Sumber : Kompas.com
Editor : Heru Pramono