Home » Berita Terkini » Jatim Raya

Muhammadiyah Jatim Imbau Tak Soal Perbedaan Lebaran

Nadjib Hamid

Nadjib Hamid

SURABAYA I SURYA Online - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur mengimbau tak mempersoalkan perbedaan Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri 1432 Hijriah.

“Perbedaan Lebaran bukan persoalan. Perbedaan ini biasa dan sudah pernah terjadi sebelum-sebelumnya di Indonesia,” ujar Nadjib Hamid, Sekretaris PW Muhammadiyah Jatim, ditemui usai menjadi penceramah pada Shalat Id di depan Kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan, Surabaya, Selasa (30/8/2011).

Ia mengatakan, perbedaan itu sama dengan ijtihadiyah yang sangat besar kemungkinannya berbeda antara yang satu dengan yang lain.  “Artinya, tidak samanya Lebaran ini sangat lumrah. Yang penting, menjalankan ibadahnya sesuai argumentasi masing-masing. Siapapun harus lapang dada menerimanya tanpa menyalahkan. Semuanya kami serahkan kepada Allah SWT,” kata Nadjib.

Dalam khutbahnya, Nadjib yang juga anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim tersebut, berceramah tentang Ber-Islam di tengah kehidupan yang terus berubah.

Dikatakannya, dalam sebuah ayat Al Quran dijelaskan tentang kebebasan seseorang dalan menentukan pilihan agama, bukan kebebasan menjalankan ajaran agama.

“Memilih agama itu merupakan hak asasi manusia, karena telah ditunjukkan mana yang benar dan salah, berikut akibat-akibatnya. Maka terserah seseorang mau memilih agama yang mana,” papar dia.

Di sela khutbahnya, Nadjib Hamid juga menekankan kepada umatnya untuk menghargai perbedaan dalam menentukan 1 Syawal 1432 Hijriah.

“Muhammadiyah berpandangan melihat hilal tidak hanya dengan mata telanjang, melainkan bisa dengan hisab. Jika ada yang masih berlebaran Rabu (31/8), itu bukan persoalan yang penting,” ujarnya.

Sementara itu, ribuan Muslim mengikuti Shalat Idul Fitri di depan Kantor Gubernur Jatim. Seluruh Jalan Pahlawan ditutup total karena digunakan sebagai tempat shalat. Polisi mengalihkan arus lalu lintas dari Jalan Veteran ke Jalan Stasiun Kota atau semua akses yang mengarah ke Tugu Pahlawan.

Sumber : antara

Editor : Rudi Hartono

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "