PAMEKASAN I SURYA Online - Buah blewah menjadi salah satu menu berbuka puasa di bulan Ramadan. Celakanya, petani blewah di Desa Lancar, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Madura, tiba-tiba diserang hama sehingga terancam gagal panen.
Hal itu diungkapkan Baidawi (47), salah satu petani di desa tersebut, begitu terkejut saat daun pada tanaman blewahnya tiba-tiba mengering.
Dia memperkirakan, tanamannya mengering dalam jangka waktu dua hari. “Saya heran! Biasanya serangan hamanya datang pada malam hari. Sebab, saat pagi bercak-bercak kecoklatan di daun tiba-tiba banyak,” kata Baidawi, Minggu (31/7/2011).
Awalnya, dia tidak mengira kalau hama tersebut akan menyebabkan kering pada daun. Namun, semakin lama serangan hama tersebut semakin banyak. Tanaman seluas 1,2 hektar tersebut menjadi terancam gagal panen. “Sudah saya coba beberapa jenis obat buah dan obat daun untuk menanggulangi hama tersebut, tetapi bukan hilang. Justru bertambah kering,” ujar Baidawi
Terpisah, pengamat hama penyakit Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur untuk Kecamatan Larangan, Kecamatan Galis, dan Kecamatan Kadur, Cacuk Wiyono, mengatakan, keringnya tanaman blewah tersebut disebabkan terserang jamur bercak coklat dan bisa menjalar ke tanaman yang lain kalau tidak cepat dikendalikan.
“Jamur itu kalau terkena sinar matahari pada siang hari bisa menyebabkan kekeringan pada daun dan pohonnya jika tidak cepat dikendalikan,” kata Cacuk Wiyono melalui sambungan telepon selulernya.
Lebih lanjut, kata Cacuk, petani kurang memahami soal pengendaliannya. Sebab, petani menggunakan insektisida dan itu justru semakin menyebabkan kekeringan pada daun dan pohonnya. Pengendaliannya, kata Cacuk, harus menggunakan fungisida. “Sudah saya survei dan saya minta petani untuk menggunakan cara fungisida agar tidak gagal panen total,” ujarnya.
Sumber : kompas,com
Editor : Rudi Hartono