Home » Berita Terkini » Jatim Raya
Uang Pensiunan Dibawa Kabur

Pak Pos Gasak Rp 670 Juta

PAMEKASAN | SURYA - Setelah mengaku digendam sehingga kehilangan uang Rp 121 juta, Februari 2011, kini Iskandar (43) melarikan Rp 670 juta, uang pensiun yang seharusnya dia jaga.

Iskandar adalah karyawan bagian Sarana dan Juru Bayar Pensiun PT Pos Cabang Pamekasan yang juga bendahara di koperasi Primer Koperasi Pos (Primkopos) Giro, Pamekasan. Posisinya ini memungkinkan Iskandar punya akses pada uang para pensiunan.

Pelarian uang ratusan juta itu diketahui, Kamis (28/7) pagi, atau beberapa saat sebelum PT Pos membayarkan gaji ke-13 para pensiunan. Menurut informasi, sehari sebelumnya, Rabu (27/7), ia menerima uang panjar Rp 670 juta untuk dibayarkan Kamis.

Seharusnya, Iskandar masuk kantor di Jl Masegit pukul 04.30 WIB, karena pembayaran gaji ke-13 itu dimulai pukul 06.00 WIB.

Namun waktu itu Iskandar menemui Saifuddin, Manajer Pelayanan PT Pos Cabang Pamekasan di rumahnya dan menyerahkan kunci tempat penyimpanan uang. Iskandar berdalih datang terlambat.

Ketika Saifuddin tiba di kantor untuk menyiapkan pembayaran, ia kaget, karena melihat brankas kosong. Saifuddin panik dan karyawan kantor pos itu kelabakan, karena sekitar 600 orang pensiunan terancam tak terima gaji ke-13. Apalagi saat itu puluhan pensiunan sudah terlihat mengantre di lobi.

Pembayaran gaji pensiun yang sedianya dilayani pukul 06.00 WIB terpaksa molor hingga pukul 07.00 WIB. Sebab uang Rp 670 juta itu harus dicarikan penggantinya secepat mungkin. Kantor Pos akhirnya menalangi gaji ke-13 itu dengan uang kas.

Kepala PT Pos Cabang Pamekasan, Ade Ahadiat sempat bisa menghubungi ponsel Iskandar. Saat itu Iskandar mengatakan, uang itu ada di rumahnya. Iskandar juga mengakui sedang terbelit utang dan berjanji mengembalikan uang tersebut hari itu juga sebelum pukul 12.00 WIB.

Namun siangnya, Iskandar menghubungi dan minta waktu tambahan, jadi pengembalian uang baru bisa sore harinya. Tetapi karena hingga sore pun tidak ada kejelasan, Ade yang baru sepekan menjabat itu langsung melapor Polres Pamekasan.

Sementara, Ketua Koperasi Primkopos Giro Pamekasan, Soemarto, yang mendengar Iskandar membawa kabur uang, geram. Malam itu juga ia menggelar rapat. Hasilnya, jabatan Iskandar sebagai bendahara koperasi Primkopos dicopot dan diganti H Rahmandar.

Beberapa karyawan PT Pos menyayangkan kejadian itu. Sebab ketika Iskandar terlibat kasus gendam, mereka sudah menyarankan kepada pimpinannya, agar posisi kepala kantor juru bayar pensiun diganti, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Sebagian karyawan yakin, jika Iskandar kena gendam. “Ketika pimpinannya masih dipegang Pak Slamet Widodo, beberapa karyawan sudah mendesak agar Iskandar diganti, tapi kenapa dibiarkan.. Kami hanya kasihan kepada Pak Ade Ahadiat, yang baru menjabat empat hari,” kata salah salah seorang karyawan yang enggan disebut namanya.

Soemarto yang ditemui di rumahnya mengatakan, penggantian Iskandar lantaran ia tidak menginginkan sesuatu kembali terjadi di kantornya, seperti saat Iskandar mengaku uang Primkopos sebesar Rp 121 juta yang digendam.

“Kami tidak mengerti bagaimana kronologi kejadian itu. Kami hanya mendengar sekilas saja. Sebaiknya saudara tanya saja ke Polres, karena kasusnya sudah ditangani Polres.”

Kepala PT Pos Cabang Pamekasan, Ade Ahadiat, yang dimintai konfirmasinya berkilah uang itu tidak dibawa kabur, tapi dipinjam tanpa memberi tahu dirinya.

Dikatakan, semalam Iskandar sudah menghadap dirinya. Dan Iskandar berjanji dalam waktu dekat akan mengembalikan uang itu. “Kami kira persoalan ini bisa diselesaikan, karena karyawan yang membawa uang itu akan mengembalikan. Kapan, kami tidak bisa memastikan. Nanti kalau sudah dikembalikan, akan kami hubungi,” kata Ade Ahadiat.

Polres Pamekasan yang menerima laporan itu langsung koordinasi dengan Polres Sumenep. Beberapa lokasi yang diduga tempat persembunyian Iskandar didatangi, namun hingga, Jumat (29/7), pukul 10.00 WIB, belum diketahui keberadaannya. “Anggota serse Pamekasan sudah ke Sumenep, tapi sampai sekarang belum ada kabar,” kata salah seorang anggota Polres Pamekasan.

Kasat Reskrim Polres Pamekasan, AKP Nur Amin, yang dimintai konfirmasinya mengatakan, ia sudah menerima laporan kejadian itu dan masih menyelidiki. “Kasus itu kami tindak lanjuti dan hingga kini kami belum bisa menentukan di mana keberadaan karyawan itu (Iskandar. Red),” papar Nur Amin.

Ketika Surya mendatangi rumah Iskandar, beberapa famili di depan rumah Iskandar mengatakan, Iskandar tidak di rumah. Sejak kapan pergi dan kapan kembali, tidak dijelaskan.

Begitu juga saat ditanyakan di mana istrinya, dikatakan, istrinya juga ke luar dengan anak-anaknya. “Saya tidak tahu, pergi ke mana Iskandar. Jadi percuma sampeyan datang ke rumahnya,” kata salah satu famili Iskandar.

Kemudian Surya menghubungi ponsel Iskandar, namun beberapa kali tidak diangkat. “Tadi siang, saya juga menghubungi ponsel Iskandar, tapi tidak diangkat,” kata salah seorang temannya.

Penulis : sin

Editor : Sugeng Wibowo

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "