SURABAYA | SURYA Online - Musyawarah Daerah Luar Biasa (musdalub) DPD II Partai Golkar (PG) Kota Pasuruan, Jumat (29/7/2011) berlangsung panas.
Pasalnya, terjadi perseteruan dan nyaris adu fisik antara Ketua sidang musdalub Maylila Usman dengan Sekretaris demisoner DPD II Kota Pasuruan, Wawan terkait penentuan suara Hasta Karya yang berhak memberikan dukungan pada calon ketua DPD II Kota Pasuruan.
Meski sempat panas, namun akhirnya musyawarah tersebut berakhhir aklamsi dengan menunjuk Setiyono, wakil walikota yang juga Dewan Penasehat DPD II Golkar Kota Pasuruan.
Sementara satu calon lainnya, Imam Sahlawi harus gigit jari, karena didesak legowo untuk menyerahkan posisi ketua pada Setiyono. Dengan begitu, secara resmi Setiyono akhirnya mengantikan posisi almarhum A Arifin untuk memimpin parpol berlambang beringin di Kota Pasuruan tersebut.
Ditegaskan Maylila Usman, kesepakatan pemilihan ditarik ke DPD I Partai Golkar Jatim, dikarenakan Musdalub yang digelar di Kota Pasuruan Minggu (24/7/2011) lalu, suara dua calon selalu sama kuat. “Akhirnya Musdalub kota pasuruan dilimpahkan ke DPD I Golkar Jatim,” terang Maylila.
Penulis : Hadi Santoso
Editor : Titis Jati Permata