SURABAYA | SURYA Online - Sejak akhir pekan lalu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, tidak pernah terlihat di Balai Kota Jl Wali Kota Mustajab Surabaya Jawa Timur.
Ternyata, Wali Kota perempuan pertama di Surabaya ini berada di Jenewa Swiss, untuk belajar tentang pertahanan sipil (hansip).
“Nanti Ilmu dari sana (Swiss) bisa dimanfaatkan untuk belajar tentang pengembangan Satpol PP dan Linmas (Perlindungan Masyaratakat),” ujar Antiek Sugiharti, Kepala
Bagian Kerjasama Pemkot Surabaya, Kamis (28/7/2011).
Kegiatan Wali Kota atas undangan dari Konferensi Organisasi Pertahanan Sipil Internasional (International Civil Devence Organization, ICDO) bersama Tim Fasilitasi Konvensi Internasional tentang HAM dan wakil daerah lain.
ICDO yang merupakan organisasi internasional yang membawahi Satpol PP dan Linmas internasional, menginginkan Indonesia kembali menjadi anggotanya.
Menurut Antiek, Kota Surabaya diundang karena dianggap memiliki potensi bidang ketertiban kota. Risma bertolak ke Jenewa bersama 10 bupati dan wali kota se Indonesia.
Di sana, wali Kota juga menjajaki kerjasama bidang kepariwisataan dengan Pemerintah Kota Lucerne, Swiss.
Kota Lucerne merupakan kota pariwisata dan kebudayaan terbaik di Swiss dengan manajemen kota tuanya. “Di Lucerne, Wali Kota juga akan berkunjung ke sentra pelayanan publik dan transportasi kota. Di sana bagus penataannya,” tambahnya.
Penulis : Iksan Fauzi
Editor : Adi Agus Santoso