LONDON I SURYA Online - Sekelompok pelajar putri usia 11 tahun hendak merayakan berakhirnya ujian sekolah dengan makan bersama di restoran China yang menawarkan promosi makan sepuas-puasnyanya (prasmanan) cuma membayar Rp 60.000 bagi pelajar anak-anak usia 11 tahun.
Namun ketika ia masuk ke dalam restauran ternyata pegawai restoran itu menolak melayani mereka dengan alasan, karena para siswi itu dikira anak-anak lagi karena posturnya badan lebih dari 140 Cm.
Manajer Operasi Restauran itu Chen Hunag meminta maaf kepada para siswi itu dan ia menjelaskan bahwa restoran itu biasanya cukup mengukur tinggi badan calon pembelinya. Jika tingginya diatas 140 cm maka kemungkinan pembelinya diperkirakan usianya 12 tahun.
Namun salah seorang siswi, Molly Champion membantah kalau pegawai resturan itu mengukurnya. “Mereka tidak mengukur tapi hanya mengira-ira saja,” ungkap Molly kesal karena akhirnya mereha hanya bisa makan di Mc Donald.
Atas kejengkelan para siswi itu, Chen mencoba bersimpati sekaligus membuat pembelaan diri. “Aku rasa memang tidak adil jika usia 11 tahun dikira 12 tahun, maklum kami benar-benar tidak punya masalah sebelum kejadian ini,” ujarnya.
Kendati demikian tetap saja restauran itu menuai kritik dari keluarga korhan. “Seumur hidup, saya tidak pernah tahu ada restauran yang melayani tamunya berdasarkan tinggi badan,” ketus Tessa, nenek dari Molly.
Sumber : dailymail
Editor : Rudi Hartono