Home » Berita Terkini
Insentif Jelang Cuti Bersama

Pertamax Turun Rp 350

SURABAYA l SURYA Online- Pertamina tampaknya tak ingin menunggu waktu lama agar tidak kian dijauhi konsumen. Pasalnya, meski kurang dua hari, perusahaan pelat merah ini sudah menurunkan harga jual bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, Senin (30/5) pukul 00.00 WIB.

Vice President Corporate Communication Pertamina Mochammad Harun mengatakan, perubahan harga itu sengaja dilakukan lebih cepat untuk menyiasati adanya libur cuti bersama pekan ini. Selain itu, sebagai wujud insentif bagi konsumen yang akan merayakan liburan.

“Kami memang mengubah jadwal revisi harga yang harusnya 1 Juni mendatang, diajukan menjadi 30 Mei ini,” kata Harun dihubungi Surya, Senin (30/5).

Harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax di wilayah Jatim saat ini turun dari Rp 9.550 menjadi Rp 9.200 per liter. Pertamax Plus turun dari Rp 9.750 menjadi Rp 9.450 per liter, sedang Pertamina Dex turun dari Rp 10.000 menjadi Rp 9.700 per liter.

Selain sebagai insentif, lanjut Harun, turunnya harga BBM nonsubsidi ini juga karena harga rata-rata produksi gasoline di pasar turun sejak dua pekan terakhir.

Harun berharap momen penurunan harga BBM nonsubsidi ini bisa dimanfaatkan masyarakat untuk kembali mengonsumsi BBM jenis itu, khususnya pemilik kendaraan pribadi.

“Kami berharap dengan momen penurunan harga BBM nonsubsidi ini, masyarakat kian sadar bahwa mereka tak layak mengonsumsi BBM subsidi,” ujar Harun.

Berdasar data selama ini, konsumsi Pertamax cenderung turun. Saat harga Pertamax di kisaran Rp 7.000 per liter, konsumsinya rata-rata 2.500 kiloliter per hari, namun saat ini rata-rata 1.800 kiloliter per hari.

Bukan kali ini saja Pertamina menurunkan harga Pertamax di luar ‘jadwal’ rutin. 3 Februari 2011, BUMN ini juga menurunkan harga Pertamax sekitar Rp 100 per liter.

Sekretaris Eksekutif Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Surabaya, Mahmudin mengatakan, naik turunnya harga BBM nonsubsidi merupakan hal yang wajar dilakukan Pertamina seiring dengan fluktuasi harga minyak dunia.

“Kalau pun ada penurunan harga Pertamax, kami menyambut baik, karena diharapkan penurunan harga ini bisa merangsang konsumen melirik kembali BBM nonsubsidi milik Pertamina,” jelas Mahmudin.

Meski begitu, ia mengaku belum bisa mengevaluasi apakah penurunan harga itu akan berdampak signifikan terhadap peningkatan penjualan Pertamax. Selain masih berlangsung sehari, turun naiknya penjualan tak bisa diukur hanya dari satu faktor.

“Pekan ini akan ada libur panjang, yang biasanya berdampak pada kenaikan konsumsi BBM di wilayah-wilayah tertentu. Apakah kenaikan itu akibat penurunan harga Pertamax, tidak bisa dipastikan juga kan,” ungkapnya.

Di wilayahnya, sejak harga BBM nonsubsidi merangkak naik tak terkendali sekitar akhir tahun lalu, berdampak pada penurunan konsumsi Pertamax yang mencapai 30 persen.dio

Penulis : dio

Editor : Heru Pramono

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "