SURABAYA l SURYA Online- Perbankan kembali agresif melakukan ekspansi kredit tanpa agunan (KTA) untuk menaikkan tingkat LDR. Selain ICB Bumiputera, Standard chartered Bank juga melakukan hal sama.
District Manager (Jatim) Bank ICB Bumiputera Endro Sumarso mengatakan, segmen yang dibidik KTA kali ini yakni mereka yang berprofesi sebagai dokter gigi.
“Kedokteran gigi butuh pembiayaan peralatan yang tidak murah, itu salah satu pertimbangan kita. Tahap awal, kerjasama dengan Ikatan Prostodonsia (Iprosi) Cabang Surabaya,” kata Endro, pekan lalu.
Tiap pemegang kartu co-branding ATM ICB Bumiputera akan mendapatkan privilege dari PT Dentsply Indonesia (distributor peralatan kedokteran gigi) berupa potongan harga.
“Skema peminjamannya ada tiga, jika kurang dari Rp 50 juta bisa menggunakan kartu kredit dengan cicilan nol persen, jika kisaran Rp 50–150 juta menggunakan skim KTA Profesional, di atas Rp 150 juta bisa memanfaatkan skim Kredit Profesi,” katanya.
Consumer Banking Manager ICB Bumiputera Bambang Heryawan menambahkan, tahap awal diharapkan bisa diserap minimal 500 nasabah yang memiliki spesialisasi dokter gigi, dengan masa praktik minimal tiga tahun dan tenor 1–5 tahun.
Regional Branch Manager Standard Chartered (Standchart) Bank Dewi Yuwono menambahkan, KTA merupakan produk perbankan yang sifatnya personal loan. KTA menjadi primadona lantaran persyaratan yang relatif mudah, meski bunga agak tinggi.
“Tetapi kami tetap prudent meloloskan pengajuan KTA ini agar NPL bisa ditekan,” ujar Dewi.
Produk KTA Standchart ditawarkan dengan plafon maksimal Rp 150 juga, tenor maksimal tiga tahun. “Siapapun bisa memanfaatkan ini, tidak harus menjadi nasabah, tetapi seleksi memang cukup ketat,” tambah Dewi.
ame
Penulis : ame
Editor : Heru Pramono