KEDIRI l SURYA Online- Karena merebak isu ada purel yang menyaru berseragam sekolah dalam menjaring pelanggannya, 29 siswa, laki dan perempuan, terjaring razia yang dilancarkan Satpol PP Kota Kediri, Senin (30/5).
Mereka terjaring ketika asyik nongkrong di warung kawasan bantaran dermaga Sungai Brantas. Plt Kasatpol PP Kota Kediri M Ivantoro menjelaskan, tindakan merazia pelajar dilakukan karena ada laporan dari masyarakat saat ini ada purel tempat hiburan yang menyamar mengenakan seragam siswa.
Selain itu, juga ada larangan siswa berseragam nongkrong di warung dan cafe. Untuk menertibkannya, petugas Satpol PP semakin rajin melakukan razia di tempat-tempat yang biasa dipakai nongkrong pelajar. Lokasi favorit selain di dermaga Brantas, juga warung di kawasan wisata Gua Selomangleng dan Lebak Tumpang.
Tetapi para siswa berdalih nongkrong setelah mengikuti ulangan semesteran di sekolahnya. “Para siswa tersebut mengaku pulang pagi setelah mengikuti ulangan semesteran. Mereka tidak langsung pulang, tapi bermain di warung dekat dermaga Sungai Brantas,” ujar Kasi Penertiban Satpol PP Kota Kediri Djati Utomo.
Para siswa yang terjaring razia setelah dilakukan pendataan juga diberi pengarahan. Intinya, siswa yang masih berseragam dilarang nongkrong di warung dan tempat hiburan. Masalahnya, telah ada larangan bagi siswa yang masih berseragam nongkrong di warung dan tempat hiburan. Usai mendapat pengarahan, para siswa dikembalikan ke orangtua masing-masing.
Terkait dugaan purel yang menyamar berseragam pelajar, petugas masih terus menyelidikinya. Karena informasinya transaksi purel yang menyamar pelajar itu dilakukan di kawasan GOR Jayabaya.
dim
Penulis : dim
Editor : Heru Pramono