SURABAYA l SURYA Online- Memperingati hari lahir mantan Presiden Pertama RI Ir Soekarno (Bung Karno), 6 Juni mendatang, Soekarno Institut akan memasang prasasti di Jl Pandean IV/40 Surabaya. Prasasti itu sekaligus sebagai bentuk klarifikasi bahwa Bung Karno lahir di Surabaya.
Direktur Soekarno Institut, Peter A Rohi mengatakan, selama ini masyarakat Indonesia mengetahui Bung Karno lahir di Blitar. Padahal dari buku-buku dan arsip nasional menunjukkan, Bung Karno lahir di Surabaya. ”Ada 11 buku yang menulis sejarah Soekarno memang lahir di Surabaya, termasuk Ensiklopedia Indonesia 1955,” ungkapnya, Senin (30/5).
Dijelaskan, perbedaan sejarah ini muncul era Orde Baru. Pada masa Menteri P dan K, Nugroho Notosusanto (1980-an), ada perubahan sejarah, Bung Karno lahir di Blitar. Padahal Blitar hanya tempat tinggal orangtua Bung Karno, R Soekeni Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai Srimben.
”R Soekeni guru pemerintah Kolonial Belanda. Setelah bertugas di Mojokerto pada 1920, mereka pindah ke Blitar,” kata penulis ulang buku Soekarno sebagi Manoesia ini.
Dari sinilah, pihaknya membuat prasasti. Ditambah hasil seminar yang menunjukkan adanya pembelokan sejarah, maka Wali Kota Surabaya berinisiatif menyurati Sekretaris Negara tentang tempat lahir Bung Karno.
Sembari menunggu surat balasan, pihaknya menempatkan prasasti di depan gang Jl Pandean, Senin (6/6). ”Sebelumnya, ada arak-arakan dimulai Jl Mawar, Jl Pregolan, Jl Bubutan, Jl Pahlawan, Jl Sulung Sekolahan dan berakhir di Jl Pandean. Yang akan membuka prasasti Prof Harjono Sigit, cucu HOS Tjokroaminoto,” kata Yuska Harimurti, ketua pelaksana acara. sda
Penulis : sda
Editor : Heru Pramono