Home » Berita Terkini

Berlagak Muntah atau Gerah

Komplotan pencopet di atas angkot, bisa dikatakan sebagai penjahat kreatif. Buktinya, untuk mengelabui korbannya, komplotan ini memiliki banyak modus.

Modus itu seperti pura-pura muntah, mengambil barang yang jatuh, menjual burung berkicau, menyilet tas, hingga merasa gerah dengan suhu panas bemo.

“Strategi kejahatan mereka disesuaikan kondisi di dalam bemo. Kalau bemo kosong, mereka berpura-pura muntah atau merasa kegerahan,” ungkap Kanit Jatanum Polrestabes Surabaya Iptu Yunus Saputra, Senin (30/5).

Kalau penumpang ramai, strategi yang mereka gunakan adalah berpura-pura menjual burung sampai menyilet tas korbannya.

Yunus mewanti-wanti agar masyarakat tidak lengah saat naik angkutan umum, terlebih di malam hari. Selain mencopet, kawanan kejahatan di atas bemo ini juga tidak jarang yang membawa senjata tajam untuk mengancam bahkan melukai korban.

“Jangan terkecoh dengan bemo yang isinya banyak penumpangnya. Bisa-bisa mereka kawanan copet. Karena itu, kiat aman untuk menumpang bemo adalah waspada dan jangan segan berteriak kalau menjadi korban kejahatan,” tandas Yunus.

Lebih lanjut, Yunus mengungkapkan, komplotan copet ini selalu beraksi lebih dari tiga anggota. Biasanya berlima. “Mereka duduk di posisi yang sudah diatur hingga korban tidak menyadari ada aksi kejahatan di sekitar mereka,” pungasnya.k2

Penulis : k2

Editor : Heru Pramono

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "