TUBAN l SURYA Online - Seandainya tidak ada kecelakaan, warga tidak tahu kalau 12 penumpang minibus adalah warga Afghanistan. Warga kaget, karena begitu terjadi tabrakan, para lelaki berhidung mancung itu pada kabur. Warga mengira mereka teroris, sehingga memburunya habis-habisan. Setelah diusut, ternyata mereka pengungsi.
Peristiwa itu terjadi di Jl Raya Tuban-Semarang Km 22 di Desa Purworejo, Kec Jenu, Tuban, Jumat (29/4), ketika minibus L 7728 A bertabrakan dengan truk gandeng N 9031 UY.
Minibus yang ditumpangi Faiz S, Shahwali, Ayaz, Ali Abdullah, Qurbaanadi, Estamallah, Abdul Ahad, dan lima temannya, itu dalam perjalanan ke arah Surabaya dari Semarang.
Akibat kecelakaan itu, minibus dan truk sama-sama mengalami kerusakan berat. Namun, tidak ada korban jiwa. Yang membuat warga dan polisi heran adalah saat didekati, 12 pria yang menumpang minibus justru lari tunggang langgang. Mereka kabur berpencar.
”Kami mau menolong, tapi kok malah kabur. Mungkin saja mereka teroris, sehingga kabur saat polisi datang,” ujar Sifak, warga setempat. Akhirnya warga dan polisi memburu mereka habis-habisan.
“Mereka seperti ketakutan. Kami pun semakin curiga,” tambah pemuda bertubuh kekar yang terlibat pengejaran. Satu persatu pria yang kabur berhasil ditangkap.
Hingga sore, baru ada tujuh orang yang tertangkap. Dua lagi diringkus di Kampung Boro Suco, Perbatasan Kec Jenu dan Kec Merakurak. Menjelang malam, tiga lainnya ditangkap saat ada tiga orang menumpang Bus Sinar Mandiri jurusan Semarang-Surabaya.
”Saya melihat ada tiga orang asing naik bus jurusan Surabaya. Karena ada kabar tentang orang asing yang kabur, saya langsung melapor ke pihak kepolisian,” ujar Wibawanto, Purworejo.
Menurut Wibawanto, tiga pria asing ini menumpang bus, setelah bertanya-tanya pada petani di pinggir jalan, sekitar 5 km dari lokasi kecelakaan Berdasar laporan ini, polisi menghadang bus yang ditumpangi di depan Terminal Baru Tuban di Desa Sugihwaras, Kec Jenu.
Selanjutnya, semua pria asing itu digelandang ke Polres Tuban. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa mereka adalah WNA yang dibekali surat dari United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR), organisasi perlindungan pengungsi dunia di bawah PBB. Mereka tengah mencari suaka (perlindungan).
Dari pemeriksaan, terungkap pula bahwa minibus yang mereka tumpangi itu milik Tran Jalan Wisma, rental beralamat di Kedung Asem Indah blok X/2 Rungkut, Surabaya. Kecelakaan terjadi saat mereka dalam perjalanan dari Semarang ke Surabaya dan nantinya akan ke Australia.
Tidak gampang memeriksa 12 pria ini, karena yang bisa berbahasa Inggris hanya satu orang. Yang bisa bicara dalam bahasa Inggris ini menyatakan ia dan rombongan adalah warga Afghanistan yang tengah dalam perjalanan dari Bogor. Saat di Bogor, mereka bertemu seseorang yang menyuruhnya ke Australia.
Kapolres Tuban AKBP Nyoman Lastika menjelaskan, untuk mengetahui identitas mereka, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak kantor imigrasi. “Untuk pemeriksaan lebih lanjut, kami masih menunggu kedatangan tim dari Polda Jatim. Sebab, kasus seperti ini pernah terjadi di Situbondo. Siapa tahu, ada hubungannya,” ungkap pria asal Bali ini. ufi
Penulis : ufi
Editor : Heru Pramono