Home » Sidoarjo
Warga Melekan Sampai Pagi

Tanggul Lumpur Jebol 200 Meter

SIDOARJO l SURYA Online- Tanggul lumpur titik 68 di Desa Kedungbendo, Kecamatan Tanggulangin jebol sepanjang 200 meter karena tidak kuat menahan tekanan luberan lumpur. Warga sekitar tanggul terpaksa melekan hingga pagi karena cemas rumahnya terendam lumpur.

Kamis (28/4) siang, reruntuhan tanggul masih terbuka sejak diketahui jebol Rabu (27/4) malam, sekitar pukul 18.30 WIB. Tanggul diketahui jebol saat Umar Effendi dan Hariono, dua satpam pengawas tanggul hendak berganti shift dengan satpam lainnya. “Tahu-tahu tanah yang dipijaknya bergoyang,” ujar Nur Hidayat, satpam tanggul, menirukan dua rekannya, Kamis (28/4).

Saat itu keduanya itu mengendarai sepeda motor untuk memeriksa tanggul. Tiba-tiba mereka merasa tanah bergetar hebat. Keduanya langsung memacu sepeda motor menuju tanggul yang aman. “Mereka masih shock hingga kini,” ujar satpam lain.

Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun satu unit ekskavator jenis Long Arm milik rekanan Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) tenggelam ke dalam kubangan lumpur. “Setiap hari memang ekskavator diparkir di titik tersebut,” ujar seorang satpam tanggul.

Kabar tanggul jebol menyebar dengan cepat di antara warga Desa Kedungbendo dan Kalitengah Kecamatan Tanggulangin yang hanya berjarak beberapa meter dari tanggul. “Kami semua keluar rumah,” ujar Andik (48), warga Desa Kalitengah kepada Surya, Kamis (28/4) pagi.

Menurut Andik, hampir semua tetangganya keluar rumah karena cemas lumpur bakal meluber melalui celah tanggul yang jebol itu. Meski tidak sampai mengungsi dan mengevakuasi perabot rumah tangga, sebagian besar warga begadang hingga pagi. “Kami melekan sampai Subuh,” ujar Ny Maimunah (45), tetangga Andik.

Sejumlah warga Desa Kedungbendo, yang rumahnya hanya beberapa meter dari bangunan tanggul, juga takut lumpur bakal menggenangi desa. “Siapa yang tidak takut tanggul jebol, sebab di balik tanggul banyak lumpur,” ucap seorang warga Desa Kedungbendo yang enggan menyebut namanya, Kamis (28/4).

Tak Bisa Segera

Humas BPLS Akhmad Khusairi menyatakan, tanggul jebol secara bertahap. Dari semula 50 meter, akhirnya mencapai 200 meter. “Selain akibat tanah ambles, juga karena terdorong lumpur,” ucapnya, Kamis (28/4).

BPLS menyebut tanggul tak bisa segera diperbaiki karena kondisi sekitar tanggul tidak memungkinkan. “Sangat susah untuk segera diperbaiki. Kami harus mengeruk lumpur hingga dasar tanah yang keras tampak. Sementara tekanan lumpur dari dalam kolam masih berlangsung,” beber Khusairi.

Khusairi menyebut, satu-satunya cara efektif untuk mengatasi tanggul jebol adalah dengan segera membangun tanggul baru di dekat tanggul yang jebol. Namun, pihaknya belum bisa memastikan kapan pekerjaan itu dimulai. Karena terganjal lahan warga yang hingga kini belum menerima ganti rugi.

Pantauan Surya di lapangan, Kamis (28/4) siang, beberapa meter dekat tanggul yang jebol kini dipasangi garis polisi. Upaya ini bisa jadi untuk mencegah warga mendekati tanggul yang masih rawan ambles. Sebuah tenda dipasang untuk tempat berjaga satpam mengawasi tanggul yang masih terbuka tersebut. ain

Penulis : ain

Editor : Heru Pramono

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "