
FORMAT REMATCH - Lionel Messi membungkam kandang Real Madrid, Kamis (28/4). Skenario final kontra MU semakin dekat. Foto: ap/manu fernandez
MADRID | SURYA - Ada kemungkinan musim ini masih menjadi milik Barcelona seperti Liga Champions 2009. Karena di el Clasico episode IV musim ini, Barcelona mempermalukan Real Madrid 2-0 berkat aksi spektakuler Lionel Messi, Kamis (28/4) dini hari. Kemenangan itu mulai membuka skenario rematch alias tarung ulang melawan Manchester United (MU) di partai puncak seperti dua tahun silam.
Dalam pertandingan yang pantas dikenang sebagai aksi keras di lapangan ketimbang kontes sepak bola cantik pada leg I di Santiago Bernabeu itu, Messi meraih total golnya menjadi 52 musim ini di semua kompetisi.
Pelatih Barcelona, Josep Guardiola memuji penampilan para pemainnya. “Saya bangga dengan ketajaman (David) Villa dan kerja keras (Seydou) Keita. Sekarang kami tinggal 90 menit lagi dari final Liga Champions (melawan MU),” katanya.
Messi mengawali pesta menit ke-76 setelah menerima umpan silang Ibrahim Afellay sehingga bola meluncur di sela kaki kiper Madrid, Iker Casillas. Ketika waktu normal menyisakan tiga menit, penyerang Argentina itu dengan brilian melewati hadangan tiga pemain Madrid sebelum mengelabui Casillas.
Di pertandingan keras itu, Madrid harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-61. Pepe diusir karena terjangan kakinya mengenai tulang kering Daniel Alves. Kartu merah untuk Pepe itu berarti yang keempat bagi pasukan Mourinho saat bertemu Barca musim ini.
Madrid empat kali beruntun mengakhiri laga lawan Barca hanya dengan 10 pemain. November lalu, Sergio Ramos diusir ketika Madrid kalah 0-5. Berikutnya Raul Albiol di pertemuan kedua di La Liga yang berakhir 1-1 sebelum Angel Di Maria diusir di final Piala Raja.
Mourinho mengaku tak memiliki motivasi di leg II nanti. Lesunya Mourinho menggapai trofi Liga Champions ketiganya atau yang ke-10 bagi Madrid berarti membuka kemungkinan duel puncak Barca kontra MU. Di semifinal lain, Tim Setan Merah berpeluang lolos setelah menjungkalkan Schalke 2-0.
MU mungkin tak bermain sedominan Barca, namun manajer MU Sir Alex Ferguson membuktikan timnya layak menantang Barca di Eropa. Dengan Wayne Rooney yang kembali ke performa terbaik, dan Javier ‘Chicharito’ Hernandez, MU memiliki barisan depan yang akan merepotkan Carles Puyol dkk.
Namun kiper internasional Spanyol yang memperkuat Liverpool, Giuseppe Reina yakin juara Liga Champions akan dimenangi Madrid atau Barca. “Siapapun pemenang Madrid lawan Barca, dia akan jadi juara. Madrid dan Barca lebih superior dibanding MU,” katanya.
Tetapi lain bagi Rio Ferdinand, bek MU. Menurut dia, para pemain Barca tak layak di final karena terlalu cengeng dan suka diving. Jika final Barca-MU terwujud, itu akan jadi arena balas dendam kubu Inggris. Karena pada final Mei 2009, MU kalah 0-2 gara-gara gol Samuel Eto’o dan Lionel Messi. Setahun sebelumnya, MU menang agregat 1-0 atas Barca di semifinal.
“Ini semifinal Liga Champions keempat dalam lima tahun dan kami hanya mampu sekali jadi juara. Saya ingin menang, tak hanya tahun ini tetapi juga tahun depan dan setiap tahun saya bermain,” tegas Ferdinand.
Sumber : ap/goal
Penulis : van
Editor : Sugeng Wibowo