Home » Surabaya Metro
Kampung Besi Tua Bagong, Ngagel

Usaha Turun Temurun

KAMPUNG BESI - Pekerja memotong pelat besi di kampung besi tua di kawasan Bagong, Surabaya, Rabu (30/3). Pemasaran besi tersebut sampai di kawasan Indonesia Timur. Foto: surya/ahmad zaimul haq

Ketika sampai di ujung Jalan Raya Ngagel mendekati perempatan Jalan Sulawesi, pandangan siapa pun akan melihat tumpukan besi lengkap dengan pekerja yang sedang memukul-mukul besi atau sedang mengelas pelat besi.

Wiwit Purwanto
Surabaya

warga Surabaya pasti mengetahui kampung besi tua hanya ada satu yakni di kawasan Bagong Kelurahan Ngagel. Bila dihitung sebenarnya tidak banyak jumlah warga yang melakukan aktivitas jual beli besi tua di kawasan Bagong ini.

Hanya saja karena keberadaan mereka sudah puluhan tahun dan turun temurun, membuat kawasan ini makin dikenal secara luas.

Dilihat secara kewilayahan ada dua lingkungan RT yang menekuni usaha jual beli besi tua. “Usaha besi tua ini ada di wilayah lingkungan RT 1 dan RT 2 RW V,” kata Samiaji Ketua RW V.

Menurutnya, belum diketahui pasti kapan awal kegiatan jual beli besi tua di kawasan Bagong ini. Tapi, sejak lama, kata Samiaji yang lahir dan besar di Bagong itu, kawasan di belakang perkampungan besi tua ini adalah Sungai Kalimas.

“Dulu sebagian besar transportasi melalui sungai Kalimas yang berada di belakang kawasan ini (Bagong),” tuturnya.

Termasuk pula angkutan pasir dari Mojokerto yang hendak di bawa ke Surabaya juga diangkut melalui Kalimas. Persis di belakang area kawasan Bagong ini, kata Samiaji, terdapat lahan kosong, tempat tersebut saat itu juga menjadi pusat bongkar muat angkutan perahu yang membawa pasir.

“Jadi sejak dulu kawasan Bagong ini sudah menjadi pusat kegiatan bisnis,” ujarnya.

Selain bongkar muat pasir, di belakang kawasan Bagong ini dulu juga dikenal sebagai terminal bongkar muat perahu yang mengangkut bambu.

Sungai Kalimas di belakang kawasan Bagong dipilih selain karena sungainya lebar, juga terdapat lahan kosong yang sangat luas, sehingga memudahkan perahu melakukan bongkar muat di kawasan itu.

Kondisi air sungai Kalimas sendiri saat itu cukup bersih dan bening, ia masih ingat saat masih kecil, ketika ada uang logam yang masuk ke dalam sungai ini masih dapat terlihat dari permukaan air.

“Jadi dulu sungai itu sangat bening tidak seperti sekarang,” imbuhnya.

Keberadaan kegiatan jual beli besi tua ini, kata Samiaji, dulu hanya dilakukan oleh beberapa orang saja, tak lebih dari lima orang.

Namun, dalam perkembangannya kampung Bagong ini menjadi semakin ramai. Bahkan bukan hanya suku Jawa yang berada di kawasan tersebut, tapi suku Arab dan Madura juga menjadi bagian sejarah dalam perkembangan kawasan tersebut.

Cikal bakal kawasan Bagong sendiri tak lepas dari keberadaan Ki Ageng Pengging yang bernama asli Ki Kebo Kenongo. Ki Ageng Pengging adalah ayah dari Mas Karebet alias Joko Tingkir atau dikenal dengan Sultan Hadiwijaya, raja pertama Pajang.

”Cikal bakal kampung Ngagel dan sekitarnya ini ya di sini (pesarean Ki Ageng Pengging),” kata Ashuri, juru kunci makam Ki Ageng pengging yang berlokasi di Jalan Ngagel 87, Surabaya.

Di kompleks makam tersebut tidak hanya terdapat makam Ki Ageng Pengging, melainkan ada 15 makam lain yang merupakan murid atau pengikut Ki Ageng Pengging yakni makam Mbah Endang, Mbah Wali Peking, Mbah Aji Rogo, Mbah Wongso, Mbah Prabu, Mbah Purbo, Mbah Suro Kuning, Mbah Boyo, Mbah Ronggo, Mbah Moh. Kojin, Mbah Saleh, Mbah Ibrahim, Mbah Sapu Jagat, Mbah Sigit, dan Mbah Kadal Buntung.

Di kompleks pesarean cukup sederhana dan teduh, makam yang dikelilingi tembok tinggi ini banyak ditumbuhi pohon kamboja, mangga, kemuning, dan lainnya.

“Kompleks makam ini mulai dibangun dan diperbaiki sejak tahun 1975,” tambah Ashuri.

Ki Ageng Pengging diketahui sebagai salah satu murid Syekh Siti Jenar. Selain itu Ki Ageng Pengging adalah cucu Raja Brawijaya dengan Ratu Pembayun yang dinikahi Ki Jayaningrat di Pengging.

Editor : Sugeng Wibowo

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "