SURABAYA l SURYA Online- Dugaan penyelewengan yang dilakukan Kapolres Jember AKBP Taufik Rahmat Hidayat ternyata mengakhiri jabatan menjadi orang nomor satu di jajaran polres. Kapolda Jatim Irjen Pol Untung S Radjab menyatakan, Taufik Rahmad telah dicopot sementara.
Saat berkunjung ke Redaksi Harian Surya di Jl Rungkut Industri III 68 & 70 SIER Surabaya, Rabu (30/3), Kapolda Untung menegaskan, “Dia sudah saya copot. Dicopot sementara. Tapi, saya belum tahu siapa nanti yang akan menggantikannya.”
Kapolda mengatakan tidak berwenang menentukan pengganti Taufik sebagai Kapolres Jember. Yang berhak menentukan adalah pihak Mabes Polri.
Terkait kasus yang dihadapi Taufik, Untung menjelaskan bahwa kasus itu sebenarnya ditangani langsung pihak Mabes Polri. Tim dari pusat telah terjun langsung ke lapangan untuk memastikan dugaan penyelewengan penggunaan dana seperti yang dilaporkan anggota polisi di Jember.
”Dari hasil pemeriksaan diketahui adanya ketidaktepatan penggunaan anggaran non-APBN,” terangnya. Kapolda tidak menyebut rincian dugaan pelanggaran Kapolres Untung.
Sementara dari Jember dilaporkan bahwa tugas-tugas Kapolres Jember untuk sementara ditangani Wakapolres Kompol Daddy Hartadi.
Kabag Ops Polres Jember Kompol Budiharto mengatakan, pihak Polda Jatim telah mengirimkan surat perintah yang isinya menyatakan tugas dan wewenang Kapolres Jember dilakukan oleh wakapolres. “Surat perintah dari Polda sudah kami terima kemarin (Selasa). Tugas dan wewenang kapolres dilakukan wakapolres,” kata Budiharto, Rabu (30/3).
Budiharto menyebut bahwa Kapolres Taufik dinonjobkan dan berada di Polda sejak Jumat (25/3). Namun, Budi tidak mau menyebut persoalan apa yang melilit atasan sehingga harus menjalani pemeriksaan di Polda Jatim. “Saya tidak ngerti persoalan apa,” ujarnya.
Sementara itu, Selasa (29/3), sejumlah kepala satuan dan mantan kepala satuan di Polres Jember menjadi saksi dalam pemeriksaan Taufik. Namun sayang, sejumlah nama yang disebut-sebut menjadi saksi dalam pemeriksaan itu tidak mau mengakui dan tidak mau berkomentar.
Dari informasi yang dihimpun Surya, Taufik diperiksa terkait penggunaan dana pengamanan Pilkada Jember dan penarikan uang untuk pembelian parsel Lebaran Idul Fitri 2010.
Polres Jember mendapat alokasi dana pengamanan Pilkada Rp 4 miliar untuk putaran pertama dan Rp 2 miliar putaran kedua. Dana pengamanan putaran pertama digunakan sebesar Rp 3,4 miliar, dan sisanya sebesar Rp 650 juta dikembalikan ke kas daerah.
Namun, pada saat penyerahan LPj penggunaan anggaran, LPj dari Polres Jember sempat dipermasalahkan DPRD Jember. Pasalnya, LPj itu selain terlalu sederhana, juga tanpa disertai bukti transaksi ataupun kuitansi.
Sedang yang terkait parsel Lebaran, ada kabar bahwa sejumlah kepala satuan atau perwira di Polres Jember dipungut uang untuk pembelian parsel. Setiap perwira kabarnya dipungut hingga jutaan rupiah. rey/uni
Penulis : rey/uni
Editor : Heru Pramono