Home » Berita Terkini

Jalur DTER Bergeser, Sebelum Aloha Belok

SURABAYA l SURYA Online- Pembangunan jalur rel ganda yang ditinggikan atau double track elevated railway (DTER) dari Stasiun Gubeng-Bandara Juanda kemungkinan besar bergeser dari rencana semula. Perubahan ini terletak pada jalur DTER yang melewati Jl Raya Juanda menuju bandara.

Kabid Perkeretaapian Dishub & LLAJ Jatim Isa Anshori menjelaskan, berdasarkan rencana semula maka jalur DTER akan melewati tengah kota dan sesampainya di simpang tiga Aloha, jalur berbelok ke arah Jl Raya Juanda. “Rencana semula memang begitu,” tandasnya, Rabu (30/3).

Hanya saja, ada keberatan dari beberapa pihak, termasuk dari Pangkalan Udara TNI AL (Lanudal), membuat pihaknya membuat perubahan jalur. Jika jalur lama, akan menggunakan segitiga Aloha dan kemudian terus ke Raya Juanda, maka pada perubahan jalur yang baru, sebelum melewati segitiga Aloha, jalur berbelok ke Raya Juanda. “Kami memang berusaha mengakomodasi kepentingan berbagai pihak, termasuk dari TNI AL,” tukasnya.

Sebelumnya, dalam pertemuan dengan pemerintah pusat, TNI AL yang diwakili Komandan Pusat Penerbangan TNI AL (Dan Puspenerbal) Laksma Halomoan Sipahutar dan Komandan Pangkalan Udara TNI AL (Dan Lanudal) Juanda Kol Supranyoto menjelaskan, pihaknya sebenarnya tak mempermasalahkan proses pembangunan DTER. Namun, TNI AL juga mengusulkan agar jalur DTER yang melewati Aloha itu diubah. “Di sana kami memang akan membangun patung monumen dan telah bekerjasama dengan Pemkab Sidoarjo. Karena itu, apa tidak lebih baik jalur tak harus melewati Aloha, namun sebelum Aloha dan langsung berbelok ke Jl Raya Juanda,” terang Halomoan.

Isa kembali menambahkan, sesuai rencana KA yang dipakai adalah jenis light rail transit (LRT) sehingga arahnya mudah disesuaikan dengan jalur.

”Ini berbeda dengan KA saat ini yang tergolong berat,” katanya.

Sedangkan Kepala Dishub & LLAJ Jatim Wahid Wahyudi menjelaskan, setelah adanya koordinasi dengan pemerintah pusat, dalam hal ini Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub), pihaknya bisa memastikan DTER dimulai pada bulan Mei.

“Semuanya sudah sesuai rencana yang ada. Dengan begitu, ini bisa terlaksana sekitar Mei-Juni,” tandasnya.

Diungkapkan, mulainya proses pemancangan tiang pada bulan itu, karena menunggu proses lelang itu tuntas. Selain itu, pihaknya juga masih menunggu koordinasi lebih lanjut dengan Kemenhub bersama instansi terkait, supaya pelaksanaan berjalan lancar.

“Kalau tak salah, pertemuan dengan Dirjen Perkeretaapian sudah ketiga kalinya. Tentu kami menunggu koordinasi lebih lanjut,” pungkasnya.   sda

Penulis : sda

Editor : Heru Pramono

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "