Home » Berita Terkini

3 Perempuan Terseret Arus

PONOROGO l SURYA Online- Tiga perempuan petani terseret arus Sungai Ta’ab, saat menuju sawah tempat mereka bekerja, Rabu (30/3) pukul 06.30 WIB. Dua di antaranya ditemukan tewas, sementara seorang lainnya selamat karena mendapat pertolongan dari orang yang sedang buang hajat di sungai.

Ketiganya adalah perempuan warga RT 01/RW 02, Dusun Demalang, Desa/Kecamatan Sumoroto, Kabupaten Ponorogo. Dua korban tewas diketahui bernama Lestari (36) dan Rusmini (35). Jenazah mereka ditemukan masing-masing sejauh 500 meter dan 5 kilometer. Sedangkan korban selamat yang masih menjalani perawatan di Puskesmas Kauman adalah Martini (38).

Menurut informasi yang berhasil dikumpulkan Surya, ketiganya sedang dalam perjalanan menuju sawah untuk menanam padi. Letak sawah mereka berada di seberang Sungai Ta’ab yang membelah dusun itu. Jika melalui jembatan, maka mereka harus memutar sejauh 2 kilometer. Karenanya mereka memilih menyeberangi sungai, kendati saat itu arus sedang deras akibat hujan beberapa hari terakhir.

Ketiganya menyeberangi sungai dengan jalan bergandengan tangan. Namun sial, mereka terpeleset ketika berada di tengah sungai, hingga terjatuh dan terseret arus.

Seseorang yang sedang buang hajat di pinggir sungai melihat ketika Martini timbul tenggelam diseret arus. Orang itu kemudian memberikan pertolongan kepada Martini, sehingga dia lolos dari maut.

Namun, tidak demikian dengan Lestari dan Rukmini. Dia tidak ditemukan oleh warga setempat yang mencarinya setelah mengetahui musibah itu. Aparat kemudian meminta bantuan kepada Tim SAR untuk mencari kedua korban, hingga keduanya ditemukan sudah menjadi mayat.

Korban selamat, Martini mengatakan, mereka mengetahui saat itu arus sedang deras. Namun karena jalan memutar terlalu jauh, mereka memutuskan menyeberangi sungai. Petaka itu tidak terjadi andaikata salah satu dari mereka ada yang terpeleset.

“Waktu itu Lestari terpeleset, lalu minta tolong dan spontan saya dan Rusmini menolong. Namun, arus deras, maka Rusmini ikut terbawa arus karena licin, dan saya pun ikut hanyut,” kata Martini. Dia masih bisa pegangan bebatuan, hingga kemudian dia ditolong seseorang.

Dokter Puskesmas Kauman, dr Widhi mengatakan, kedua mayat warga Sumoroto yang tenggelam, tidak ada tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan sesuai hasil visum luar. Hanya luka goresan dan lebam karena benturan bebatuan saat hanyut yang menyebabkan keduanya meregang nyawa dan paru-paru kedua korban juga penuh air karena tenggelam.wan

Penulis : wan

Editor : Heru Pramono

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "