
RAWAN - Jalur Pantura Rembang rawan kecelakaan. Foto: foto montage
REMBANG | SURYA - Belum sepekan kecelakaan tragis yang mengakibatkan delapan orang tewas di jalur pantura, tepatnya di sekitar Pasar Induk Brebes, Jl Jendral Sudirman, Kota Brebes, kejadian serupa kembali terulang.
Kali ini, tujuh orang tewas dan dua lainnya mengalami luka-luka setelah dua truk, Kijang Innova, dua sepeda motor dan satu sepeda ontel terlibat kecelakaan karambol di Jalan Gajahmada, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Selasa (29/3), sekitar pukul 12.00 WIB.
Keterangan sejumlah saksi di lokasi menyebutkan, tabrakan beruntun itu bermula saat truk bernopol AG 8218 UY yang melaju kencang dari arah barat, mencoba menyalip sebuah mobil Kijang Innova W 475 PB yang dikendarai Darwadi (21), warga Warugunung, Kecamatan Pancur, Kabupaten Rembang.
Tiba-tiba dari arah berlawanan muncul truk trailer L 8275 UE yang hendak menyalip kendaraan lain. Meski Subiyanto (69), warga Kelurahan Sidorejo, Kecamatan/Kabupaten Tuban, sopir truk trailer tersebut mencoba membanting stir ke kiri, tabrakan tak terhindarkan.
“Truk trailer langsung terjerembab ke selokan di sebelah selatan, sedangkan truk Hino terpental ke trotoar sebelah utara,” terang Susandi, warga Desa Waru yang berada tak jauh dari lokasi kejadian.
Kijang Innova dan sepeda motor Honda Revo bernopol K 9836 KD yang persis berada di belakang truk Hino pun tak sempat menghindar dan langsung menghantam bak truk. Nasib nahas juga dialami Ngatmin, pengendara Vario K 4071 RS yang melaju dari arah timur, yang langsung menghantam bak truk trailer.
Tujuh orang yakni, Subiyanto, sopir truk trailer, Sunarno (30) dan Jaini (36), sopir dan kernet truk Hino asal Trenggalek, Hari Widyarso (44) dan Dimas Setiyawan (29), pengendara Revo, Ngatmin, pengendara Vario, serta seorang perempuan yang belum diketahui identitasnya, tewas dalam kecelakaan itu.
Sementara nasib baik dialami Darwadi yang selamat dalam peristiwa itu. Sedangkan Luari (35), warga Desa Waru, Kecamatan/Kabupaten Rembang, pengendara sepeda ontel dan Deni Kusnanto (32), kernet truk trailer L 8275 UE menderita luka ringan.
“Saya terpental dari kabin truk dan bisa selamat. Kejadiannya sangat cepat sekali,” terang Deni yang mengaku dari Surabaya dan hendak mengambil muatan di Jakarta ini.
Butuh waktu sekitar satu jam lebih untuk mengevakuasi seluruh korban dan bangkai kendaraan dari lokasi kejadian. Hujan deras yang mengguyur ditambah kepadatan arus kendaraan di jalur tersebut, sempat menyulitkan proses evakuasi.
Kasat Lantas Polres Rembang AKP Maryadi yang memimpin jalannya evakuasi menuturkan, sopir truk yang melaju dari arah barat sempat kehilangan kendali dan mengalami slip.
“Jalur Pantura Rembang ini memang tergolong rawan kecelakaan, sehingga pengendara harus waspada, terutama saat hujan turun,” jelasnya.
Dua PNS
Sementara itu, kecelakaan karambol yang menewaskan tujuh orang kemarin menyisakan duka mendalam, khususnya di kalangan pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Rembang. Dua pegawai mereka di lingkungan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM) tewas dalam peristiwa tersebut.
Kabid Perdagangan pada Disperindagkop dan UMKM, Hari Widyarso (44) dan stafnya Dimas Setiawan (29), tewas setelah sepeda motor revo K 9836 KD yang dikendarainya menghantam bak truk Hino AG 8218 UY tersebut.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, saat itu keduanya berniat pulang setelah mengumpulkan cukup data terkait perdagangan ikan olahan di salah satu pabrik ikan di Kaliori. Sayang, belum sempat data itu digunakan, keduanya harus menghadap sang Khaliq.
“Kami sangat kehilangan teman kerja dan sahabat terbaik kami. Keduanya aktif mencari data di lapangan untuk dimuat di website PIPP milik Disperindakop dan UMKM,” jelas Sudirman, Kabid Perindustrian saat ditemui di kamar mayat Rumah Sakit Umum dr R Soetrasno.
Hari baru enam bulan menjabat kabid Perdagangan, setelah sebelumnya mengabdi di Dinas Pendidikan (Disdik) setempat. Sementara Dimas, baru dua bulan mengabdi di Disperinakop dan UMKM, setelah sebelumnya bekerja di Kantor Inspektorat Rembang. Dimas, oleh keluarganya langsung dimakamkan Selasa malam. Sedangkan Hari, rencananya baru Rabu pagi ini dikebumikan.
Sumber : smcn/ant
Editor : Sugeng Wibowo