JEREZ l SURYA Online- Juara dunia MotoGP musim lalu, Jorge Lorenzo, tidak puas dengan kekalahannya dari Casey Stoner pada seri pembuka di GP Doha 1 Maret lalu. Dan pembalap Spanyol ini menyiapkan skenario pembalasan di kandangnya sendiri, Jerez akhir pekan ini.
Seri kedua MotoGP di Spanyol 3 April nanti merupakan momen yang dinanti Lorenzo (23) setelah harus mengakui kekuatan Stoner – yang membesut Honda musim ini – pada seri di Australia. Padahal Lorenzo adalah pembalap yang disebut paling bertalenta dengan mengusung Yamaha karena memenangi 10 seri musim lalu.
Di GP Doha, Lorenzo harus puas di urutan kedua dan kini mengemas 20 poin di klasemen pembalap. Sedangkan Stoner memimpin dengan 25 poin.
“Yang harus diingat, balapan di Jerez nanti tidak akan semudah di Losail awal bulan ini. Tim kami melakukan perbaikan dari performa kendaraan saya dan saya percaya bisa memuluskan rencana untuk membalas kekalahan di Doha,” kata Lorenzo kepada motorcycle.com.
Stoner ternyata tidak menampik bahwa balapan di Jerez selalu sulit. Karena sejak ia masuk ke MotoGP tahun 2007, belum sekalipun meraih kemenangan di sana. Stoner (25) hanya finis di urutan kelima tahun 2010 dan menembus urutan ketiga tahun 2009.
“Lintasan di Jerez tidak sebagus di Losail. Sudah lama saya mengenal trek itu, namun sulit untuk ditaklukkan. Namun, saya penasaran untuk segera menjajalnya karena ada dua pembalap yang memacu saya seperti Lorenzo dan Dani Pedrosa,” kata Stoner belum lama ini.
Bila Stoner sulit menang di Jerez, maka hal sebaliknya terjadi pada Valentino Rossi. Rossi – yang menggantikan posisi Stoner di tim Ducati – tampil di podium GP Spanyol itu empat tahun terakhir dan menang pada musim 2007 dan 2009. Selain Lorenzo dan Pedrosa, maka Rossi masih layak dimasukkan dalam daftar ancaman di Jerez nanti.
Selama delapan GP Spanyol terakhir, para pembalap Italia dan Spanyol yang mendominasi terutama di dua besar. Statistik itu berarti bahwa Stoner akan menghadapi perjuangan berat untuk mendobrak dominasi para pembalap Eropa.
sportal/dey
Penulis : sportal/dey
Editor : Heru Pramono