
DEMI KESELAMATAN - Anggota Satlantas Polres Gresik menutup lobang jalan Pantura dengan aspal, Rabu (30/3) siang. surya:foto/san
GRESIK | SURYA Online - Akibat hujan lebat yang menyebabkan jalan provinsi di Kecamatan Duduksampeyan terendam hingga setinggi ban mobil sedan, Satlantas Polres Gresik untuk sementara menutup semua arus kendaraan yang dari Gresik menuju Lamongan.
“Yang boleh masuk, hanyalah kendaraan roda dua atau milik warga Duduksampeyan,” ujar Kasat Lantas Polres Gresik AKP Satria Permana.
Menurut Kasatlantas, untuk arus kendaraan yang dari Gresik atau Surabaya yang hendak ke Lamongan, Tuban, Bojonegoro atau Semarang, diarahkan turun lewat tol Manyar kemudian belok kiri ke Sidayu, Panceng hingga Brondong Lamongan.
Penutupan arus lalin tersebut, dilakukan petugas mulai di pertigaan terminal Bunder Gresik. Petugas sengaja memasang tanda larangan masuk dengan spanduk besar, serta ada pos polisi di tengah pertigaan.
Sebaliknya, arus dari Lamongan masih dibuka meski kendaraan harus antre satu persatu saat melewati kawasan Duduksampeyan.
Menurut Kasatlantas, akibat banjir kini kondisi jalan rusak parah. Sepanjang 300 meter jalan antara Desa Watangrejo – Desa Tebaloan rusak berat. Banyak lobang dengan diameter antara 1 – 1,5 meter dengan kedalaman sekitar 50 cm.
Untuk mengurangi resiko kecelakaan, tambah AKP Satria, ia sudah menerjunkan anggotanya untuk mengatur arus lalu lintas serta menambal lobang jalan dengan aspal.
“Selain mengatur arus lalu lintas, anggota kita terjunkan untuk menutup lobang jalan dengan aspal sekrapan. Sebab kalau banjir, lobangnya tidak tertlihat dan ini sangat membahayakan pengemudi,” ujar Kasat Lantas AKP Satria Permana.
Penulis : san
Editor : Adi Agus Santoso