Home » Berita Terkini » HotNews » Surabaya Metro
Dudi Sudibyo: Jangan Tambal Sulam, Ganti dengan Beton

Duh, Juanda Terkelupas Lagi

PERBAIKAN - Pekerja memperbaiki landasan pacu Bandara Internasional Juanda yang terkelupas, Selasa (29/3). Foto:surya/sugiharto

SURABAYA | SURYA - Belum genap satu bulan, insiden terkelupasnya landasan pacu Bandara Internasional Juanda, Surabaya kembali terulang, Selasa (29/3). Kondisi ini praktis membuat ratusan penumpang kecewa akibat tertundanya sekitar 29 penerbangan domestik setelah pihak otoritas bandara melakukan penutupan sementara.

General Manager (GM) PT Angkasa Pura 1 Cabang Juanda, Trikora Harjo menjelaskan, landasan itu diketahui terkelupas setelah petugas pemantau Bandara Juanda melihat kondisi runway sebelum aktivitas penerbangan dimulai. ”Saat kami cek kondisi landasan pada pagi hari, lubang itu belum terlihat. Tapi pada siang hari, muncul ada yang terkelupas,” jelas Trikora kepada wartawan.

Karena tak ingin membahayakan penerbangan, pihaknya meminta maskapai menunda penerbangan. Penundaan itu dimulai sekitar pukul 12.10 WIB dan untuk perbaikan, selesai pada 16.10 WIB.

“Sebenarnya rencana semula tertunda hingga pukul 14.00 WIB. Tapi karena perbaikan butuh waktu, maka penundaan ini sampai pukul 16.00 WIB,” tandasnya.

Dijelaskan, lubang yang terkelupas awalnya hanya seluas 0,5 meter x 1 meter. Tapi karena ingin perbaikan menyeluruh, maka aspal yang dikelupas jadi seluas 1,5m x 1 m.

Lubang itu ada di centerline (garis warna putih di tengah landasan) arah taxi way N3. Jarak lubang yang terkelupas dengan lubang yang lama, hanya sekitar 10 meter saja.

Terkait insiden landasan yang kembali terkelupas, Trikora mengatakan, otoritas bandara akan memerbaiki seluruh landasan Juanda pada tahun ini, yakni sekitar 3000 meter. Ini karena umur landasan hampir lima tahun, dan selayaknya dibenahi.

Meski demikian, diakuinya, sejak mulai dibangun 1961 lalu, pengaspalan temporer sudah sering dilakukan PT AP 1 dan terakhir pada 2006 lalu. ”Landasan ini memang layak diperbaiki secara total,” tegasnya.

Oleh karena itu, setelah ada kejadian kemarin, atas persetujuan direksi PT AP 1, pihaknya mendapat kucuran Rp 11 miliar untuk mengaspal seluruh landasan pada tahun ini. Saat ini sedang proses lelang dan jenis aspal yang dipakai adalah Shell Iso. ”Kami akan melakukan pembenahan sedikit demi sedikit dan pengerjaan (akan kami lakukan) di atas pukul 24.00 hingga 05.00 WIB,” katanya.

Mengenai penerbangan yang tertunda, Humas PT AP 1 Juanda, Firstson Mansur menambahkan, ada 29 keberangkatan pesawat dan 28 kedatangan yang tertunda. Adapun maskapai yang ikut tertunda di antaranya Lion Air, Garuda Airlines, Batavia Air, Citilink dan Wings Air. Ini ditambah dengan dua pesawat Lion Air jurusan Jakarta-Surabaya yang dialihkan ke Denpasar. “Pesawat Wings Air dari Semarang juga harus balik lagi karena kondisi ini,” tambahnya.

Akibat kejadian kemarin, ratusan penumpang mengeluhkan layanan Bandara Juanda. ”Kami hanya diberitahu, keberangkatan ditunda karena alasan kerusakan operasional. Saya pikir, awalnya pesawat Citilink yang hendak saya tumpangi yang rusak. Namun setelah saya menunggu di anjungan, jadi curiga jangan-jangan landasannya yang bermasalah, karena tak ada satupun pesawat yang datang maupun yang berangkat,” jelas Taufan Andrianto, penumpang Citilink tujuan Jakarta dengan jadwal keberangkatan 14.30 WIB.

Hal yang sama juga dirasakan Siti Fadhilah, penumpang Lion Air tujuan Balikpapan yang semestinya berangkat jam 16.45 WIB. ”Saya berharap, pihak Juanda segera memperbaiki prasarana dan kinerjanya. Karena ini berpengaruh besar terhadap konsumen maskapai, apalagi mereka yang pergi untuk tujuan bisnis. Bayangkan berapa banyak kerugian yang harus ditanggung,” tandasnya.

Kepala Perwakilan Citilink Surabaya, Edwin Wicaksono menyayangkan insiden terkelupasnya landasan pacu Bandara Juanda. Ini mengingat insiden serupa juga terjadi, Kamis (3/3) lalu, yang belum genap sebulan.

“Dalam sebulan kok bisa dua kali terjadi insiden yang sama. Yang kena delay tak cuma Citilink, tapi semua penerbangan. Penumpang juga rugi,” keluhnya.

Pengamat penerbangan, Dudi Sudibyo menambahkan, insiden Bandara Juanda jika tak ditangani dengan serius bakal terulang kembali terus-menerus. “Harusnya jangan sekadar tambal sulam. Ini bahaya. Perbaiki total sekalian, ganti dengan beton di bagian yang rawan daripada berakibat fatal membahayakan penumpang di kemudian hari,” urainya.

Apalagi Juanda hanya memiliki satu landasan pacu, otomatis beban landasan akan lebih berat. “Minimal diganti dengan beton yang berkualitas. Proses penggantiannya, bisa pada saat tak ada kepadatan yakni malam atau dini hari, sehingga tidak mengganggu aktivitas penerbangan,” sarannya.

Penulis : sda/ame

Editor : Sugeng Wibowo

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "