Home » Berita Terkini » Nasional & Politik

Kabareskrim: Indonesia Bisa Dimanfaatkan Teroris

NUSA DUA | SURYA Online - Kepala Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian RI Komisaris Jenderal Polisi Ito Sumardi menyatakan keramahan khas Indonesia sangat rawan disalahgunakan oleh jaringan teroris nasional maupun internasional.

“Masalah penyelundupan manusia ini makin hari makin mengkhawatirkan. Selain bahaya penyelundupan narkoba, juga karena mereka pandai menanfaatkan keramah-tamahan dan sikap reseptif bangsa kita ini,” katanya di Nusa Dua, Bali, Selasa (29/3/2011).

Ito Sumardi berada di Nusa Dua sebagai anggota delegasi Indonesia dalam Konferensi Keempat Tingkat Menteri Tentang Penyelundupan dan Perdagangan Manusia dan Kejahatan Transnasional Terkait (BRMC). BRMC keempat ini diikuti 41 negara di Kawasan Asia-Pasifik, belasan negara peninjau, dan belasan organisasi internasional.

Dia menyatakan, Indonesia sejak lama diketahui menjadi negara transit para pengungsi legal yang diwadahi Komisi Tinggi Pengungsi PBB ataupun yang ilegal, sebelum menuju Australia sebagai negara tujuan akhir.

BRMC sendiri merupakan implementasi dari Bali Proses dan telah dilaksanakan sejak 2002 yang dimotori Indonesia, Australia, Selandia Baru, dan Organisasi Migrasi Internasional.

Keberadaan para pengungsi legal dan ilegal itu, katanya, bisa mengundang kerawanan keamanan di tingkat nasional dan kawasan.

“Apakah ada indikasi menuju jaringan terorisme? Itu yang masih harus didalami lebih lanjut. Mereka banyak yang sudah kawin di sini, punya anak dan sebagainya sehingga sudah menyatu dengan masyarakat,” katanya.

Orang-orang itu, kata dia, datang dari negara-negara bermasalah, di antaranya Afghanistan, Iran, Irak, dan Sri Lanka. Pihaknya tidak mengatakan mereka bisa akibatkan gangguan keamanan tetapi mereka dikenal punya keahlian. Misalnya dalam pembuatan bom dan ini harus diwaspadai.

Kesulitan lain bagi polisi untuk mengawasi mereka, katanya, terkait dengan status pribadi mereka yang banyak menikah dengan perempuan atau lelaki Indonesia setempat. Di Kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kini jamak dilihat anak-anak berwajah khas Timur Tengah hasil perkawinan mereka dengan warga Indonesia setempat.

Sumber : antara

Editor : Titis Jati Permata

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "