SURABAYA | SURYA - Pelaksanaan lelang tender ulang untuk operator Jembatan Suramadu diperkirakan molor. Hingga kini proses lelang tak kunjung selesai. Padahal, pelaksanaan sudah dimulai bulan Desember 2010, yakni setelah masa transisi pengelolaan selama 18 bulan oleh PT Jasa Marga habis per 10 Desember tahun lalu.
Kepala PT Jasa Marga Cabang Surabaya Agus Purnomo mengatakan, tender ulang dimaksudkan untuk mendapatkan siapa yang akan menjadi operator jembatan tol sepanjang 5,438 kilometer yang dibangun dengan anggaran Rp 4,5 triliun tersebut.
Namun hingga kini, dari beberapa perusahaan yang ikut tender, belum ada keputusan siapa pemenangnya. “Sambil menunggu pemenang untuk operator definitif, pemerintah memperpanjang posisi PT Jasa Marga sebagai operator sementara,” ujarnya kepada Surya.
Tender ulang untuk operator Suramadu diikuti empat perusahaan, yakni PT Jasa Marga, PT Citra Marga Surabaya, PT Nusantara Infrastruktur, dan PT Marga Bumi Matra. Mereka akan memperebutkan kue keuntungan dari mengelola jembatan tol terpanjang di Asia Tenggara tersebut. Setiap hari ada sekitar 10 ribu kendaraan yang melintas dan menghasilkan pendapatan mencapai sekitar Rp 400 juta.
Sebelumnya, Kepala Badan Pengatur Jalan tol Ahmad Ghani Gazali menegaskan, pemenang tender harus memenuhi persyaratan, antara lain melakukan pemeliharaan dan pengoperasian di sepanjang Jembatan Suramadu, penyetoran pendapatan tol serta pengumpulan tol dengan sistem transaksi terbuka.
Tak hanya itu, juga pemeliharaan rutin causeway sisi Surabaya dan Madura, pemeliharaan rutin bentang utama, penyediaan listrik, penyediaan kantor pengelola tol, penyediaan gerbang tol permanen, penyediaan gedung sistem monitoring, penyediaan gedung museum Jembatan Suramadu, dan penyediaan tempat istirahat.
Sementara itu, Badan Pengembangan Wilayah Surabaya Madura (BPWS), tahun ini akan fokus pada pengembangan kawasan di sekitar Suramadu. Ini dibuktikan dengan mulainya proyek di sisi Bangkalan, yakni proses pembebasan lahan 38,5 hektare. ”Anggaran yang disiapkan untuk pembebasan lahan itu sekitar Rp 110 miliar,” ujar Maurits M Pasaribu, Deputi Perencanaan BPWS.
Dengan lahan seluas 38,5 hektare, pihaknya, kata Maurist, akan mengembangkan blok PKL, masjid dan rest area dengan dana sebesar Rp 296 miliar.
Lalu mengembangkan pelabuhan-pelabuhan kecil di sekitar Bangkalan dan Surabaya, dengan alokasi dana sekitar Rp 86 miliar. “Diharapkan mampu meningkatkan sektor perdagangan dan kelautan disana,” tandasnya.
Untuk pengembangan wilayah di Suramadu sisi Madura, sebelum site plan diaplikasikan, pihaknya bekerjasama dengan pemda setempat secara bertahap mulai proses pembebasan lahan pada tahun ini. Bagaimanapun, pengembangan daerah itu merupakan bagian dari grand planning kawasan industri siap bangun dengan total lahan 600 ha.
Terkait pengembangan PKL dan rest area, dia menjelaskan jika nantinya seluruh PKL yang ada di sekitar kaki Suramadu, akan dimasukkan ke dalam daerah itu.
Penulis : uji/sda
Editor : Sugeng Wibowo