SURABAYA l SURYA Online- Persebaya 1927 kembali tampil dihadapan publik sendiri. Erol Iba dkk dijadwalkan menjamu Cendrawasih Papua FC pada lanjutan kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) di Stadion Gelora 10 Nopember Surabaya, Minggu (27/2).
Persebaya 1927 mengusung misi merebut kemenangan, setelah dijegal Bali Devata, Minggu (20/2) lalu. Kekalahan tersebut menjadi noda bagi tim berjuluk Bajul Ijo ini. Karena sebelumnya, skuad polesan Aji Santoso itu selalu menuai angka sempurna pada empat laga sebelumnya.
Bagi Persebaya 1927, menjamu Cendrawasih Papua FC bakal tidak mudah. Kondisi Erol Iba dkk tidak utuh, karena banyak pemain yang cedera. Pada lini depan, hanya Andik Vermansyah yang dinyatakan siap tempur. Sedangkan Nico Susanto dan I Made Wirahadi masih cedera.
Pelatih Persebaya 1927 Aji Santoso berharap, skuad didikannya tetap tampil fight agar memenangi laga. “Kondisi pemain banyak yang cedera, tapi kemenangan harus dipetik. Saya sudah menyiapkan tim dan pemain siap,” sebut Aji, Sabtu (26/2).
Selain bermasalah di lini depan, Aji mengaku, sektor belakang juga masih riskan. Ini menyusul absennya dua bek asing, Otavio Dutra dan Michael Cevetkovski. Dutra dibekap cedera kepala, sementara Cevetkovski terkena akumulasi kartu kuning.
Posisi bek dipastikan ditempati pemain lokal Nurfasta dan Johan Ibo. Keduanya diharapkan bisa menutup lubang lini belakang dari gempuran pemain-pemain Cendrawasih. Melihat banyak pemain cedera, Aji mengaku tidak ada pilihan lain, kecuali melakukan perubahan komposisi timnya. “Mungkin ada perubahan komposisi pemain. Untuk depan, kita lihat dulu lah,” tutur Aji.
Kendati kondisi Persebaya 1927 mengalami krisis pemain, peluang Erol Iba dkk memenangi laga cukup terbuka. Kualitas Cedrawasih Papua FC dalam pentas LPI belum teruji. Mereka belum pernah mencicipi kemenangan dari lima laga yang sudah dijalani.
Hanya saja, Cendrawasih tidak mau menyerah sebelum laga. Mereka berambisi mencuri angka di Surabaya. Manajer Tim Cendrawasih Papua FC, Benny Jensenem berjanji timnya tampil ngotot. “Kita sedang bangun tim. Tim ini baru. Kami datang dengan mayoritas pemain muda, rata-rata berusia 21 tahun,” kata Benny yang ditemui di Stadion Gelora 10 Nopember, kemarin.
Pemain-pemain muda itu dilapis lima pemain asing, yakni Deniss Romanovs (kiper/Latvia), Daniel Wilkinson (bek/Australia), Patrick Ghigani (gelandang/Jerman) dan Fred Agius (gelandang/Australia) serta Marcio Bambu (striker/Brasil).
“Setelah ada tambahan lima pemain asing, penampilan pemain lokal kita sangat berbeda. Kualitas pemain jadi ikut terangkat. Ini sangat membantu,” terang Benny. fat
Penulis : fat
Editor : Heru Pramono