Home » Griya
Betah di Ruang Kerja

Di Sini Jadi Lupa Berdiri

Ruang kerja disesuaikan dengan jenis pekerjaan, kebutuhan, dan selera. Penulis novel tentu menginginkan ruang kerja yang berbeda dengan arsitek. Atau desainer grafis tentu menuntut ruang kerja yang berbeda dengan mereka yang berprofesi sebagai guru. Kebutuhan itu yang membuat ruang kerja sebenarnya bisa menjadi ruang privat yang nyaman.

Apapun kebutuhan dan seleranya, ruang kerja harus sehat, nyaman, rapi, dan menarik. Ruang kerja yang sehat jika sirkulasi udara mengalir dengan sempurna. Udara yang terperangkap hanya akan membuat pengap. Setelah bekerja beberapa lama, mata perlu beristirahat. Palingkan mata keluar jendela. Oleh karena itu, pemandangan di luar jendela sebaiknya diatur supaya menyegarkan mata. Air mancur yang gemericik biasanya akan membuat lebih rileks.

Ruang kerja sehat menuntut sinar matahari cukup. Jika terpaksa ada di dalam gedung atau di tengah tembok tanpa jendela, paling tidak sinar masih bisa menerobos masuk melalui pantulan dari ruangan lain. Jika tidak, ruang akan lembap.

Bila ruang kerja Anda terpaksa harus berada di dalam kamar, maka gunakanlah lampu meja yang tidak terlalu terang dengan penutup kepala (task lighting). Pilihlah bola lampu yang tidak terlalu terang karena dengan jarak yang terlalu dekat akan mengganggu mata.

Ukuran jendela disesuaikan dengan besar ruangan. Saat siang, sebaiknya sinar itu datang dari matahari agar hemat energi. Oleh karena sinar datang dari jendela, maka penempatan furnitur harus diperhitungkan. Misalnya, letak meja, kursi, layar komputer, dan kemungkinan mata menjadi silau. Jika ruangan terlalu terang atau terlalu temaram biasanya membuat mata enggan membuka penuh dan mudah lelah. Akibatnya, penghuni ruang kerja menjadi tidak betah berlama-lama.

Jangan meletakkan komputer membelakangi jendela, karena akan membuat silau saat melihat layar. Paling nyaman adalah jendela berada di samping ketika duduk atau bisa juga menghadap ke jendela. Keuntungan posisi menghadap jendela, seandainya letih, tinggal mengangkat kepala dan merasakan hembusan angin atau melihat pemandangan di luar jendela.

Ukur Kenyamanan

Jika ingin memberikan efek menenangkan di ruang kerja kantor, dinding dominan menggunakan warna pastel hangat. Efek menenangkan juga datang dari warna gelap seperti kayu. Warna kutih atau gading menenteramkan, tetapi sering membuat bosan. Dengan menambah aksen pada furnitur dengan warna jingga atau hitam, ruangan sudah lebih semarak.

Akan tetapi, sebaiknya tidak menggunakan warna yang terlalu cerah, karena warna-warna itu dapat menimbulkan kesan yang terlalu berani dan tidak menenangkan, serta bisa membuat mata sakit sehingga malah menurunkan produktivitas. Gunakan warna-warna cerah sebagai aksen aksen mebel hanya di bagian-bagian seperti pada bantal kursi.

Syarat utama ruang kerja adalah furnitur yang sesuai. Meja kerja yang ergonomis membuat tidak cepat lelah. Ukur kenyamanan mengetik atau meletakkan tangan pada meja ketika duduk untuk mendapatkan posisi yang paling rileks.

Lemari arsip harus dipertimbangkan agar ruangan tidak kacau. Lemari dan kabinet penyimpanan akan diperlukan untuk menyimpan file. Ruang kerja modern biasanya banyak membutuhkan pekerjaan dengan komputer sehingga perlu difasilitasi oleh sebuah komputer desktop. scv/end

Penulis : scv/end

Editor : Heru Pramono

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "