Home » Kuliner
Yu Gembrot Madiun

24 Jam Nonstop Pecel

Pecel Madiun, siapa tidak tahu? Di dalam kota itu bertebaran penjual nasi pecel. Ada yang kelas kafe, warung tenda, atau lesehan. Pecel dihidangkan setiap saat. Benar-benar setiap saat karena sejak mata melek hingga terpejam, selalu ada penjual nasi pecel.

Bahkan di sepanjang Jl HOS Cokroaminoto di tengah kota, penjual nasi pecel berjajar mulai dari ujung jalan hingga ujung satunya. Menunya seragam, pecel. Jika bertanya pecel mana yang paling top, setiap orang pasti punya pilihan sendiri. Salah satu yang direkomendasikan adalah nasi pecel Yu Gembrot. Warung sederhana di Pasar Besi Logam Jaya, Jl Imam Bonjol, Kota Madiun ini tak pernah sepi.

Seperti nasi pecel lain, di tempat Yu Gembrot juga tersedia kulupan (sayuran) kembang turi, daun singkong, kemangi, lamtoro, serundeng, dan kering tempe. Itu paket dasar nasi pecel Madiun. Tambahan lain seperti empal, limpa, dan lidah hanya menjadi penggembira. Pecinta kuliner sejati biasanya memilih paket dasar untuk mencicipi nasi pecel yang orisinal. Lauk patennya ya rempeyek atau kerupuk puli. Pecel Madiun juga dianggap tidak asli jika tidak menggunakan pincuk dari daun pisang sebagai piring.

Pembeda Yu Gembrot dengan yang lain adalah bumbu kacang. Racikan manis, pedas, dan gurih dari sambal kacang yang disiram di atas kulupan itu yang membuat ketagihan.

Hendro, anak Yu Gembrot yang kini mengelola warung ini, dengan senang hati membuka rahasia racikan sambal kacang. Menurutnya, untuk sambal pecel, kebanyakan pemilik warung nasi pecel memiliki komposisi bahan baku yang sama. Bedanya dalam takaran bahan.

“Kalau orang biasanya menggunakan jerut purut atau daun jeruk purut, kami justru menggunakan kulit jeruk nipis. Itu yang bakal tak akan ada di warung pecel lainnya,” ungkap lelaki berusia 37 tahun ini.

Rahasia itu yang membuat Hardono yang ketika ditemui tengah makan dengan lahap. Dia memilih duduk dekat penjual. Hmmm… jangan salah sangka dulu. Itu adalah trik agar mendapat pelayanan istimewa. “Saya dan keluarga selalu memilih makan di dekat penjualnya karena bisa tambah nasi, lauk, dan sambal dengan cepat,” kata Hardono. Tinggal mengulurkan pincuk daun pisang maka penjual akan melayani dengan cepat.

Pelayanan cepat itu pula yang membuat warung Yu Gembrot sejak dulu hanya menyediakan dua jenis minuman, teh dan jeruk dalam variasi es atau hangat. “Kalau terlalu banyak minuman, semakin ribet meyalani pelanggan. Bisa jadi makanan sudah habis, tetapi minumannya belum datang. Kalau dua minuman itu kan praktis dan banyak yang suka,” ungkap Hendro.

Awalnya, Katini (65) nama asli Yu Gembrot, hanya menyediakan paket dasar nasi pecel seperti yang dilakukan Sarinem, orang tua Katini. Ketika pelanggan mulai usul untuk menambah lauk, mulailah empal, limpa, dan lidah yang dibacem disajikan selain tempe mendoan. Saat itulah nama Yu Gembrot mulai disebut-sebut sebagai maestro pecel Madiun.

Nasi pecel biasa dijual Rp 4.000. Jika ditambah lauk sekitar Rp 10.500 per porsi. Dengan segelas minuman yang dibanderol Rp 2.000 perut dijamin kenyang.

“Sehari kami biasanya menjual 300—500 porsi. Akan tetapi, kalau liburan bisa lebih besar lagi jumlahnya, termasuk Sabtu dan Minggu,” tutur Hendro yang juga menyediakan sambal pecel yang dapat bertahan beberapa hari untuk dibawa pulang. “Khusus sambal kemasan ini kalau Lebaran saya harus menyediakan lima kwintal sambal jadi. Itu pun dalam waktu tiga hari sudah ludes.”

Jika ingin menikmati petualangan nasi pecel yang lain, ada sederet rekomendasi. Yang buka pagi hingga malam di antara deretan warung ada Pecel Warung Pojok di Jl HOS Cokroaminoto, Pecel Cemara di Pasar Sleko, Nasi Pecel 99, Nasi Pecel Mbah War (warung tenda).

Yang buka malam hingga pagi antara lain pecel di depan kompleks Bumi Antariksa Madiun, Pecel Bu Mandung (warung tenda) di depan SD Santa Maria, Pecel Bu Maliki (lesehan) depan SD Sleko, Pecel Rahayu di Jl Agus Salim dekat Apotek Jatim Farma (warung tenda), serta Mbak Har depan SMA Negeri 1 Madiun.

Di Madiun pecel benar-benar buka 24 jam, nonstop! wan

Penulis : wan

Editor : Heru Pramono

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "