SURABAYA l SURYA Online- Pemprov Jatim menyediakan anggaran Rp 16 miliar untuk para guru yang mengajar di rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI). Setiap guru berhak atas dana Rp 100 juta.
Dana sebesar itu diperuntukkan bagi guru RSBI yang lolos seleksi beasiswa S2. Mereka selama dua tahun akan disekolahkan di dua perguruan tinggi pendidikan di Jatim, yakni Universitas Negeri Malang (UM) dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) .
“Kita akan seleksi seluruh guru yang saat ini mengajar di RSBI. Mereka yang lolos berhak atas beasiswa S2. Setiap guru kami beri biaya Rp 100 juta untuk menempuh pendidikan selama dua tahun,” terang Harun, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, Jumat (27/2).
Bila mereka gagal menyelesaikan studi dalam waktu yang telah ditetapkan, biaya selanjutnya harus ditanggung guru yang bersangkutan. Namun untuk menikmati beasiswa para guru RSBI seluruh Jatim ini harus lolos seleksi. Saat ini, Dindik Jatim sedang menyeleksi setidaknya 476 guru RSBI.
Mereka akan disaring dan diuji kompetensinya hingga memenuhi kuota beasiswa S2 RSBI sebanyak 320 guru.
Kepala Bidang Tenaga Pendidik dan Kependidikan Dindik Jatim Nur Srimastutik menguraikan bahwa jumlah ini akan dibagi untuk menempuh pendidikan di dua PTN Pendidikan di Jatim tersebut.
“Kami sebenarnya sudah selesai menyeleksi mereka. Separo di UM dan sepro yang lain diseleksi di Unesa. Namun, kami perlu koordinasi lebih jauh menyangkut teknis studi dan seterusnya,” ungkapnya.
Saat ini juga, Dindik mengaku sudah mengantongi nama-nama guru yang sudah dinyatakan lolos mengikuti studi tersebut. Mereka yang berhak atas dana Rp 100 juta per guru ini akan menempuh pendidikan S2 sesuai kompetensinya.
Program studi bagi guru-guru di RSBI tersebut sebenarnya sudah berjalan pada akhir 2010 lalu.
Namun Dindik baru bisa melakukan seleksi pada awal tahun ini. Meski demikian, nama-nama guru yang sudah lolos seleksi sebenarnya sudah dikantongi Dindik dan tinggal menyampaikan kepada yang bersangkutan.
Saat ini Dindik masih perlu mematangkan koordinasi dengan Lembaga Pengembangan Tenaga Kependidikan (LPTK). Sebab lembaga pendidikan ini tidak hanya sebagai penilai hasil tes, tapi sekaligus tempat kuliah penerima beasiswa.
Sedianya, hasil pengumuman beasiswa bagi para guru RSBI seluruh Jatim ini sudah bisa diumumkan pada akhir bulan Januari lalu. Namun karena pihak Dindik masih perlu mengoordinasikan kembali dengan perguruan tinggi yang bersangkutan, hasilnya baru akan diumumkan seminggu lagi.
“Ya pengugumaman itu kira-kira awal Maret atau seminggu lagi. Nama-nama guru yang berhak atas beasiswa S2 itu akan kami sampaikan,” tambah Harun.
Dindik dan dua PTN di Malang dan Surabaya ini kini juga mematangkan koordinasi menyangkut proses perkuliahan di dalam negeri dan luar negeri.
Sesuai rencana sistem pendidikan yang bakal mereka tempuh terbagi dalam dua tempat, yakni setahun di kampus setempat , setahun berikutnya dilanjutkan di sejumlah negara yang ada di Asia. Informarsinya, Dindik sudah bekerja sama dengan Filipina, China, dan Thailand. fai
Penulis : fai
Editor : Heru Pramono