Home » Surabaya Metro

Unjuk Rasa Membayangi

aksi unjuk rasa membayang-bayangi sidang paripurna DPRD Surabaya terkait hasil kerja panitia khusus (pansus) hak angket reklame.

Informasi yang dihimpun, akan ada ribuan masa dari berbagai pihak, baik yang pro maupun yang kontra. Demo akan digelar di depan Gedung DPRD mulai pukul 09.00 WIB.

Adanya unjuk rasa itu dibenarkan koordinator massa wilayah Tenggilis, Awat. Ia mengatakan, unjuk rasa kali ini akan diikuti sekitar 6.000 orang yang mengatasnamakan ‘Masyarakat Menegakkan Konstitusi Mendukung Paripurna Hak Angket’.

Namun, Awat menjelaskan, unjuk rasa nanti tidak ada unsur dukung mendukung. “Kami tidak menggoyang siapa-siapa. Kami cuma mendukung paripurna hak angket,” jelasnya, Minggu (30/1).

Ketua DPC PDIP Wisnu Sakti Buana membenarkan informasi adanya unjuk rasa tersebut. Namun ia membantah kalau yang turun unjuk rasa nanti adalah kader PDIP.

“Ada intruksi dari DPP massa PDIP dilarang turun (unjuk rasa). Kalau pun ada, tidak boleh menggunakan atribut partai,” ujarnya.

Mengenai naiknya suhu politik Surabaya, wakil dari DPP PDIP turun tangan. DPP menunggu surat dari cabang untuk menceritakan keadaan Surabaya, seperti yang terjadi dua bulan terakhir ini. Terutama dari hasil panitia angket.

“Kami akan melihat, sejauh mana kebenaran-kebenaran yang digali pansus angket. Nanti malam anggota pansus dari PDIP melaporkan ke partai (DPC). Besok (hari ini) kami kirim (rekomendasi yang dipaparkan dalam sidang paripurna) ke DPP,” kata Wisnu.niks

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "