SURABAYA | SURYA- Tiang pancang jalan layang (elevated) sepanjang 700 m di Jl Diponegoro, Februari mulai digarap.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) V Surabaya, Sutoyo mengatakan, pihaknya telah menyelesaikan dan membersihkan jalur hijau di Jl Diponegoro. ”Setelah pembersihan jalur hijau selesai, maka akan diletakkan tiang pancang di sana pada awal Februari ini,” ungkapnya, Minggu (30/1).
Proses pemasangan tiang pancang membutuhkan waktu tiga sampai empat bulan. Setelah itu, dilanjutkan peletakan beton-beton girder di atasnya.
Pemasangan tiang pancang ini akan diawali dengan pengeboran tanah yang tentu menimbulkan polusi suara. ”Namun kami berusaha meminimalkan gangguan, dengan menggarap proyek dengan waktu dan cara yang tepat,” tandasnya.
Nantinya, titik elevated jalan layang ini mulai perempatan Jl Diponegoro-Jl Kartini sampai depan Jl Kupang Krajan II. Jika proyek fisik pemasangan tiang pancang dimulai, nantinya akan ada rekayasa jalan. Kendaraan berat dilarang lewat Jl Diponegoro dan diarahkan ke jalan tol. Sedangkan kendaraan kecil masih diperbolehkan lewat, namun disarankan lewat jalur lain. ”Dengan memakai APBN Rp 122,9 miliar, semuanya akan selesai pada 2012,” urainya.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Surabaya Arief Budiarto mengutarakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya terkait penertiban PKL dan parkir yang ada di sekitar Jl Diponegoro. Rencana itu dilakukan agar jalan yang dipakai untuk pembangunan tak makin sempit. ”Kami memang belum tahu kapan akan menertibkan. Makanya kami akan membicarakan dengan Dishub,” pungkasnya.
Tol Sumo Dikebut
Pembebasan lahan yang selama belasan tahun mengganjal pembangunan Jalan Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo), akhirnya bisa diselesaikan.
Gubernur Soekarwo menyatakan, semua lahan tol sepanjang 37 km yang terbagi dalam empat seksi itu sudah dibebaskan. Mulai seksi IA (Dukuh Menanggal-Interchange Waru sepanjang 2,4 km), seksi IB (Interchange Waru-Sumur Welut 4,85 km), seksi II (Sumur Welut-Interchange Driyorejo 4,35 km), seksi III (Interchange Driyorejo-Krian 4,5 km), hingga seksi IV (Krian-Mojokerto 20,35 km). Karena kendala lahan sudah beres, pembangunan proyeknya harus dipercepat agar Sumo dapat segera beroperasi. “Dengan begitu tahun ini pembangunannya rampung semua,” ujarnya.
Menurutnya, proses pembebasan lahan sebenarnya sudah diselesaikan Desember 2010. Namun karena ada beberapa lahan yang dikuasai tengkulak dan meminta harga tinggi, negosiasinya cukup alot.nsda/uji
Editor : jps