Home » Berita Terkini » HotNews

Kairo Porak Poranda

Bentrok para demonstran versus polisi Kairo, Mesir, 25 Januari 2011.

KAIRO l SURYA Online - Kota Kairo sudah serta- merta bak barak militer. Tank dan panser dalam jumlah besar bertengger di tempat-tempat strategis, seperti Alun-alun Tahrir, Ramses, dan Jalan Nasser yang terdapat mausoleum mendiang Presiden Anwar Sadat.

Wartawan Kompas, Musthafa Abd Rahman, yang baru mendarat di Kairo dari Tunisia melaporkan, Sabtu (29/1/2011), kehadiran militer dalam jumlah besar di jalan-jalan kota Kairo itu segera bisa dipahami mengenai keseriusan gerakan massa pada Jumat lalu. Jika militer tidak segera turun tangan, gerakan massa bisa cepat beralih ke arah revolusi rakyat yang mengancam rezim Hosni Mubarak.

Meski di bawah kontrol militer, para pemuda hingga Sabtu masih menguasai Alun-alun Tahrir yang merupakan alun-alun terbesar di Kairo. Alun-alun Tahrir masih ditutup untuk kendaraan umum dan situasinya mencekam pula. Pagar-pagar jalan raya yang dirobohkan massa masih dibiarkan berantakan.

Alun-alun Tahrir kini tak ubahnya seperti Jalan Habib Bourguiba di Tunis. Tempat tersebut menjadi mimbar bebas bagi rakyat Mesir. Ada segerombolan massa di Tahrir yang berteriak- teriak mencaci Mubarak dan putranya, Gamal Mubarak, sesuatu yang baru dan cukup berani karena rezim Mubarak belum tumbang.

Tak jauh dari Alun-alun Tahrir, luapan api yang membakar Kantor Pusat Partai Nasional Demokrasi (NDP) yang berkuasa di Mesir di tepi Sungai Nil dan gedung sebelahnya masih berkobar. Asap hitam dari kobaran api kantor NDP itu terlihat dari radius 2 kilometer hingga 3 kilometer.

Massa pada Jumat lalu membakar kantor NDP, yang selama ini dianggap oleh rakyat Mesir sebagai biang korupsi dan mempraktikkan pemerintahan yang represif. Massa juga membakar kantor NDP di sejumlah provinsi di Mesir.

Porak poranda

Emosi massa yang luar biasa itu sangat tergambar di kota Kairo yang praktis porak poranda. Pagar jalan raya di Distrik Hussein, yang terdapat Universitas Al Azhar, Masjid Al Azhar, dan pasar tradisional Khan Khalili, roboh berantakan. Emosi massa juga terlihat diarahkan pada sasaran kantor dan kendaraan polisi atau aparat keamanan.

Polisi dan aparat keamanan yang menjadi sasaran amukan massa sudah tidak terlihat lagi di jalan-jalan kota Kairo. Militerlah yang langsung mengatur arus lalu lintas di jalanan.

Suasana kacau di kota Kairo sudah dirasakan pula ketika pesawat Egypt Air mendarat di Bandar Udara Internasional Kairo dari Tunisia sekitar pukul 16.30 waktu setempat (21.30 WIB). Tatkala mencoba mengontak kantor Kompas di Jakarta, untuk menyampaikan perkembangan terakhir di kota Kairo, telepon seluler pun tidak bisa aktif.

Fasilitas internet di bandara juga tidak beroperasi. Lepas urusan imigrasi di bandara, kekacauan semakin dirasakan. Ratusan penumpang sekeluar dari bandara kesulitan mendapatkan taksi karena perusahaan taksi di bandara kehilangan kontak dengan para sopir taksi yang ada di lapangan. Ini terjadi karena tidak aktifnya telepon seluler.

Ratusan penumpang menumpuk di bandara. Perasaan semakin panik setelah mengetahui dari televisi Mesir bahwa Presiden Hosni Mubarak mengumumkan pemberlakuan jam malam dari pukul 18.00 hingga pukul 07.00. Mulai Sabtu kemarin, jam malam malah dimajukan dari pukul 16.00 sampai pukul 07.00.

Imbauan SBY

Dari Davos, Swiss, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, menurut wartawan Kompas, J Osdar, meminta warga Indonesia di Mesir agar tetap berada di tempat-tempat yang aman.

”Jika tak ada keperluan sangat penting, warga Indonesia diimbau agar tetap berada di rumah, yang merupakan salah satu tempat yang dianggap aman,” ungkap Presiden.

Hal itu diserukan Presiden SBY dalam jumpa pers di Davos, Swiss, Sabtu, sebelum terbang kembali ke Indonesia. Presiden berada di Swiss selama dua hari untuk menghadiri pertemuan Forum Ekonomi Dunia.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga meminta agar Kedutaan Besar RI untuk Mesir memerhatikan keselamatan warga Indonesia yang berada di Mesir.

Selain itu, Presiden juga menyatakan keprihatinannya atas jatuhnya korban dalam kerusuhan politik di Mesir. Presiden berharap situasi Mesir segera kembali tenang.

Sumber : Kompas.com

Editor : Heru Pramono

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "