LAMPUNG | SURYA - Sejumlah oknum polisi pengamanan aksi mahasiswa Universitas Lampung (Unila) di Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Lampung melakukan pemukulan kepada mahasiswa hingga salah satunya mengalami pendarahan pada hidung.
Basrin (22) aktivis mahasiswa yang menerima pukulan tersebut mengatakan, di Bandarlampung, Kamis, mereka hanya melakukan aksi damai dan meminta pertanggungjawaban dari Kepala BKD Provinsi Lampung terkait seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di daerah itu.
Menurut dia, adanya pemukulan tersebut merupakan salah satu upaya pengalihan permasalahan dari BKD agar tidak memberikan penjelasan pada masyarakat mengenai transparansi mengenai hal tersebut.
“Kami akan segera melaporkan kejadian tersebut kepada yang berwajib agar oknum polisi itu dapat diproses dan dihukum sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujar Basrin yang juga Menteri Kebijakan Publik BEM Unila.
Ia menambahkan, prilaku aparat penegak hukum yang main hakim sendiri itu merupakan cerminan yang buruk bagi masyarakat. ant
Editor : jps