KEDIRI | SURYA- Acara panggung hiburan dan pesta kembang api yang digelar Pemkab Kediri di Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) dikritik anggota dewan. Kegiatan tersebut selain tidak mendidik juga menghamburkan anggaran rakyat.
“Dewan sudah seringkali mengingatkan pemkab supaya tidak menggelar kegiatan yang sifatnya hura-hura. Pesta kembang api termasuk kegiatan hura-hura yang mubazir,” tandas Nurwakid, anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) kepada Surya, Kamis (30/12).
Nurwakid memprediksi acara panggung hiburan dan pesta kembang api bakal menghabiskan anggaran puluhan sampai ratusan juta. Karena penyelenggaranya pemkab, dipastikan anggaran yang digunakan memakai dana APBD. “Lebih baik pesta kembang api dibatalkan saja,” paparnya.
Iskak, anggota dewan dari PAN menilai pesta kembang api tidak selaras dengan progam bupati Kediri dr Haryanti mengangkat perokonomian rakyat. “Pesta kembang api jelas kegiatan hura-hura yang tidak relevan dengan progam meningkatkan ekonomi rakyat,” tegasnya.
Iskak juga memprediksi anggaran kegiatan tersebut diambilkan dari dana APBD yang berarti pemborosan keuangan. “Menyambut tahun baru mestinya tidak perlu menggelar kegiatan yang sifatnya hura-hura,” tambahnya.
Plt Kabag Humas Pemkab Kediri Edy Purwanto sebelumnya merilis acara panggung hiburan dan pesta kembang api di kawasan Monumen SLG dianggarkan sekitar Rp 90 juta. Dana itu hasil urunan sejumlah satuan kerja (satker) serta bantuan pribadi dari Bupati Haryanti.
Panitia juga mendatangkan bintang tamu Andi AFI serta Selvi Mamamia. Acara hiburan selain dimeriahkan kesenian tradisional juga penampilan grup band pelajar se Kabupaten Kediri. Acara ini digelar untuk memfasilitasi masyarakat mendapatkan hiburan pada malam pergantian tahun.ndim
Editor : jps