BATU | SURYA- Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam Tim Ekspedisi Biokonservasi (TEB), Rabu (29/12) mendatangi balai kota Batu dengan membawa spanduk protes. Namun tak satu pun dari mereka yang bicara karena mulut mereka ditutupi lakban hitam, sebagai penggambaran bahwa suara mereka tak lagi didengar. “Tukang Blandong, Pimpinan DPRD dan Pemkot Batu menghancurkan pohon di Jalan Jurejo” adalah salah satu isi spanduk yang diusung. Aksi yang mereka lakukan terkait dengan penebangan dua pohon trembesi di kawasan Krematorium Batu, yang dilakukan oleh Pemkot Batu 24 Desember lalu.
“Pohon itu ditanam sejak zaman Belanda dan berumur ratusan tahun. Namun para pemimpin Batu yang tak ikut menanamnya malah seenaknya menebangnya, dan kami menuntut pohon pengganti,” ungkap Wahyu Prihanta, koordinator TEB.
Kepala Dinas Pengairan dan Bina Marga Kota Batu Budi Santoso, yang menemui langsung para pengunjuk rasa, mengaku sanggup memenuhi semua tuntutan TEB. Sebab tahun 2011 mendatang telah dianggarkan dana Rp 100 juta untuk pengganti pohon yang ditebangi di kawasan Krematorium Junrejo itu. n rea
Editor : jps