SURABAYA | SURYA - LSM Parliament Watch Jatim (PWJ) memberikan catatan akhir tahun 2010 tentang kinerja anggota DPRD Jatim. Menurut catatan PWJ, anggota DPRD Jatim selama 2010 sangat rajin melakukan kunjungan kerja (kunker) namun di sisi lain miskin prestasi.
Koordinator PWJ Umar Sholahudin mengatakan, kunker seringkali diidentikan dengan peningkatan kerja dewan. Tapi kenyataannya, kunker yang sudah menjadi tradisi wakil rakyat itu ternyata tidak berkorelasi positif terhadap perbaikan dan peningkatan kinerjanya baik dari sisi personal maupun institusional.
“Meskipun kunker tidak menghasilkan apa-apa untuk kepentingan rakyat, tapi anggaran kunker tiap tahun selalu besar,” kata Umar Sholahudin di LBH Surabaya, Rabu (29/12).
Berdasarkan data PWJ, anggaran kunker DPRD Jatim pada 2004 mencapai 32,7 miliar, 35,2 miliar (2005), Rp 41, 8 miliar (2006), Rp 32, 24 miliar (2007), Rp 35, 78 miliar (2008) dan Rp 40,10 miliar (2009).
“Mestinya dewan yang baru ini tidak meniru kebiasaan dewan periode 2004-2009 yang gemar melakukan kunker ke daerah lain maupun ke luar negeri,” harapnya. dos
Editor : jps