Membeli rumah kedua (second) masih jauh lebih menguntungkan dibandingkan rumah baru dari sisi jangkauan lokasi.
“Perumahan baru yang harganya terjangkau lokasinya pasti jauh. Mending beli rumah second yang ada di tengah kota, dari sisi jarak strategis,” komentar Sherlyana Amalo, Rabu (29/12).
Ibu dua anak ini mengaku, sejak awal ogah membeli rumah baru dalam kompleks perumahan. “Saya sudah survei di beberapa tempat dan hasilnya saya pilih beli rumah yang diiklankan lewat koran yang lokasinya tak jauh dari rumah orangtua saya di Wiguna. Saya dan suami akhirnya sepakat beli rumah second di Rungkut Mapan Tengah VIII,” terang Sherlyana.
Ia membeli rumah berukuran 6×11 meter persegi itu di tahun 2006 akhir, seharga Rp 175 juta secara tunai. Rumah dijual karena si pemilik pindah ke lain kota.
“Kalau lewat KPR juga agak ribet harus pakai agunan ini dan itu, sementara suami saya wiraswasta. Di samping harus menanggung beban bunga. Ya sudah akhirnya nabung dulu, sambil sementara tinggal di rumah orangtua waktu itu,” kata wanita 29 tahun ini.
Kondisi rumah meskipun second lumayan bagus, tak perlu banyak renovasi. “Kalau untuk keluarga kecil cukuplah dua kamar tidur. Niat renovasi sih ada, tapi nanti saja kalau anak-anak sudah besar karena sekarang keduanya masih balita,” ujarnya.
Keuntungan lain rumah second, menurut Sherlyana, lingkungan perumahan sudah terbangun mapan. Bandingkan jika membeli rumah di perumahan yang baru.
“Kalau menoleh kiri kanan belum punya tetangga. Rasanya aneh. Belum lagi lokasinya pasti tidak ada yang tengah kota. Beda kalau beli rumah second tetangganya sudah jelas,” pungkasnya. ame
Editor : jps